Contacts: In Washington: Melissa Fossberg (202) 458-4145 mfossberg@worldbank.org In Jakarta: Manuel Rosini: +21-5299-3131 Cell phone: 0813-8108-5865 mrosini@worldbank.org Donny Eryastha: +21-5299-4513 Cell phone: 081-5878-0127 mdonny2001@yahoo.com  JAKARTA, 10 April 2005 - Presiden Bank Dunia, Paul Wolfowitz, tiba di Jakarta hari ini pada bagian kedua kunjungan enam harinya ke Indonesia. Beliau telah memulai kunjungannya ke Indonesia di Aceh pada tanggal 5-7 April untuk menegaskan komitmen mendalamnya terhadap program rekonstruksi dengan dukungan terhadap proses perdamaian sebagai dasar bagi pembangunan.  Tiba di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta malam ini, untuk kedatangan yang disebutnya sebagai “pulang kampungâ€,  teman lama Indonesia ini mengatakan: “Saya sangat senang untuk kembali. Saya sangat mencintai negara ini.†Kepada media yang mengerumuninya, Wolfowitz mengutarakan perasaannya langsung dalam Bahasa Indonesia, mengatakan bahwa ia “ terkejut namun senang dengan kemajuan pesat yang telah terjadi di Indonesia sejak tertimpa permasalahan ekonomi di tahun 1998,†Wolfowitz juga berujar “Saya datang untuk mempelajari lebih jauh tentang hal itu.† Namun Presiden Wolfowitz memperingatkan bahwa “Indonesia masih memiliki banyak rakyat miskin dan pekerjaan yang harus diselesaikan.†“Ini akan menjadi inti pembicaraan ketika Wolfowitz bertemu dengan Presiden RI, Wakil Presiden RI, dan anggota kabinet mereka pada hari Selasa, 11 April.  Terhadap pertanyaan mengenai dukungan Bank Dunia dalam memberantas Flu Burung di Indonesia, Presiden Bank Dunia tersebut mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan komitmen bantuan dana senilai US$ 1,9 milyar di Beijing untuk membantu Negara seperti Indonesia dalam memerangi Flu Burung. “Esok Bapak Presiden akan mengunjungi Tangerang untuk menemui beberapa peternak unggas dan penduduk di wilayah yang rentan penyakit tersebut. Kantor Bank Dunia di Indonesia juga telah menyediakan US$ 200 ribu kepada Komisi Nasional Penanganan Flu Burung dan Kesiapan Menghadapi Pandemik Influenza (National Committee on Avian Influenza Control and Pandemic Influenza Preparedness), dan US$130 ribu untuk mempelajari pilihan dalam merestrukturisasi peternakan unggas dan sistem pemasaran untuk mengurangi resiko penyakit.  Presiden Bank Dunia juga akan mengambil bagian dalam seminar mengenai Demokrasi, Tata Pemerintahan dan Pembangunan yang akan ditayangkan di televisi, yang diselenggarakan oleh majalah Tempo pada hari yang sama. Hari berikutnya beliau akan mengunjungi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi untuk meluncurkan upaya besar baru dalam memerangi korupsi pada proyek-proyek yang didukung Bank Dunia.  *** |