Click here for search results

Kepala Perwakilan Baru Bank Dunia di Indonesia, Joachim von Amsberg: Bank Dunia Menginginkan Kemitraan yang Lebih Baik dengan Indonesia (Siaran Pers)

Available in: English

World Bank Office Jakarta
Jakarta Stock Exchange Building
Tower 2, 12th Floor (62-21-5299-3000)

Kontak
Achmad Sukarsono & Prabha Chandran
Tel :(62 21) 5299-3259, 5299-3084
asukarsono@worldbank.org
pchandran@worldbank.org

Jakarta, 1 Juli 2007 – Kantor Perwakilan Bank Dunia di Jakarta menyatakan bahwa hari ini kepalanya yang baru, Joachim von Amsberg, telah memulai tugasnya dan akan menghadiri serangkaian pertemuan dengan pejabat senior pemerintah Indonesia, perwakilan masyarakat sipil dan donor. Pengamat sekaligus pengagum lama Indonesia, Joachim adalah warga negara Jerman yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Perwakilan Kantor Bank Dunia di Filipina.

Sambil mengakui bahwa "Indonesia tidak lagi membutuhkan jenis dukungan keuangan dan donor seperti di tahun-tahun setelah terjadinya krisis ekonomi dan CGI," Joachim mengatakan: “Indonesia saat ini menghadapi tantangan baru sebagai salah satu perekonomian terbesar yang sedang bertumbuh di Asia, dan saya benar-benar menunggu untuk bekerja sama dengan semua pihak dalam mewujudkan impian dari semua bangsa Indonesia - negara yang bebas dari kemiskinan di mana layanan masyarakat tersedia untuk rakyat dan peluang ekonomi dapat diraih semua orang."

Joachim membawa ke Indonesia pengalamannya bertahun-tahun dalam pembangunan yang inovatif di Amerika Latin, Karibia dan Asia Timur dalam serangkaian luas sektor, mulai dari pengelolaan lingkungan sampai pembangunan pedesaan dan perkotaan, serta strategi pengurangan kemiskinan, terutama untuk negara-negara berpendapatan menengah seperti Brasil, tempat ia bekerja selama bertahun-tahun.

"Bank Dunia adalah teman dan mitra dalam mendukung tujuan kemakmuran Indonesia dan saya merasa sangat bangga berada di sini," ujar Joachim yang juga memiliki dasar yang kuat dalam upaya antikorupsi sebagai anggota komite pengendali yang mengawasi persiapan Strategi Tata Pemerintahan dan Antikorupsi baru di Bank Dunia. Ia mengindikasikan bahwa Bank Dunia akan melanjutkan usahanya dalam mendukung Indonesia memberantas korupsi karena tata pemerintahan tetap mendapatkan perhatian yang besar.

Indonesia telah menjadi penerima bantuan utama Bank Dunia sejak tahun 1967, yang mendukung serangkaian luas pembangunan ekonomi di semua sektor. Saat ini, ada 28 proyek investasi yang aktif dalam portofolio untuk total komitmen bersih sebesar US$2.6 miliar. Sebagai tambahan, Bank Dunia juga mengelola program hibah sebesar US$1 miliar, melalui lebih dari 300 dana perwalian. Bank Dunia juga mendukung pemerintah Indonesia dalam dialog mengenai kebijakan melalui upaya analitis seputar dukungan terhadap pemerintah daerah, pengurangan kemiskinan, peningkatan penyampaian layanan, tanggapan terhadap bencana, iklim investasi dan tata pemerintahan.

****


BIOGRAFI

Joachim von Amsberg bergabung dengan Bank Dunia di tahun 1993 sebagai Ahli Ekonomi dan Profesional Muda serta bekerja di program lingkungan dan penelitian kebijakan yang didukung Bank Dunia di Argentina, Cile, dan Paraguay di wilayah Amerika Latin dan Karibia, serta penelitian kebijakan di Mesir. Selanjutnya, ia bekerja selama bertahun-tahun dalam program Bank Dunia di Brasil. Karya tersebut membawanya ke posisi Ahli Ekonomi Utama di Kantor Pusat Bank Dunia, di mana ia memimpin dialog kebijakan ekonomi, bantuan analitis dan penyesuaian program pemberian bantuans untuk Brasil.

Di tahun 2004, ia diangkat sebagai Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Filipina di mana ia memimpin strategi baru untuk meningkatkan dukungan terhadap negara tersebut. Ia memberi kontribusi atas debat mengenai agenda fiskal dan sosial Filipina. Dengan dukungan Bank Dunia, Consultative Group of the Philippines diubah menjadi Philippines Development Forum, sebuah proses yang lebih memberi kesempatan untuk berpartisipasi kepada pihak pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta, dan komunitas internasional.

Joachim von Amsberg mendapatkan PhD di bidang Kebijakan Keuangan dan Ekonomi dari University of British Columbia, Vancouver, Kanada, yang diselesaikan di tahun 1993; gelar MS di bidang Rekayasa Listrik dari Technische Universitaet Berlin, Jerman, yang diselesaikan di tahun 1991; dan MBA di bidang Keuangan dari University of British Columbia, Vancouver, Kanada, yang diselesaikan di tahun 1990. Ia menikah dengan Anjum Khan, dan mereka dikaruniai tiga orang anak. Saat remaja, ia mempunyai hobi bermain sepakbola.




Permanent URL for this page: http://go.worldbank.org/W3JT5LMZD0