|
Untitled Document
Kontak:
Di Washington:
Elisabeth Mealey (202) 458 4475
emealey@worldbank.org
Carl Hanlon (202) 473 8087
chanlon@worldbank.org
Washington DC, 15 Oktober 2008 - Wakil Presiden Bank Dunia untuk wilayah Asia Timur dan Pasifik, Jim Adams memberikan konfirmasi dukungan Bank Dunia untuk negara-negara di Asia Timur dalam menghadapi gejolak keuangan global.
“Kami siap untuk mendukung semua negara anggota kami di Asia Timur dalam menghadapi tantangan yang timbul dari krisis keuangan,” ujar Adams. “Bank Dunia juga mendukung prakarsa anggota ASEAN untuk berbagi informasi dan mengembangkan tindakan bersama dengan Sekretariat ASEAN.”
“Walaupun kami tidak mengantisipasi pembentukan fasilitas regional dan tidak mendiskusikan komitmen dana di tingkat regional, beragam diskusi dengan pemerintah masing-masing negara dilakukan pada Pertemuan Tahunan Bank Dunia dan IMF lalu mengenai dampak krisis keuangan dan kemungkinan cara di mana kami dapat menyediakan dukungan di tingkat negara.”
“Perekonomian Asia Timur terus mencatatkan kinerja yang kuat dan telah mengalami perubahan signifikan sejak krisis keuangan Asia tahun 1997 yang membuat mereka lebih tahan terhadap dampak gejolak global yang terjadi saat ini. Seperti halnya semua negara lain, perekonomian Asia harus siap dalam menghadapi setiap dampak gejolak ini,” ujar Adams.
Bank Dunia berkomitmen untuk membantu pemerintah dan sektor swasta dalam menangani dampak krisis keuangan global dengan menyediakan peningkatan pinjaman, investasi modal, alat baru yang inovatif, dan program jaring pengaman.
Bank Dunia memiliki kapasitas keuangan untuk menggandakan pinjaman untuk negara berpendapatan menengah (IBRD) kepada negara-negara berkembang untuk memenuhi permintaan tambahan dari para negara mitra. Total pemberian pinjaman IBRD pada tahun fiskal lau mencapai US$13.5 miliar.
Unit sektor swasta Bank Dunia, International Finance Corporation (IFC), sedang mempertimbangkan pembentukan dana khusus yang akan menyediakan modal untuk rekapitalisasi bank kecil dan menengah di negara-negara miskin yang pemerintahnya tidak memiliki cukup kemampuan untuk membantu melindungi mereka dari gejolak pasar keuangan global.
IFC mungkin akan memberi kontribusi sekitar $1 miliar dan berusaha mendapatkan tambahan $2 miliar atau lebih dari berbagai sumber, termasuk lembaga keuangan internasional (IFI), bank komersial, badan keuangan pemerintah bilateral dan investor lain.
|