Click here for search results

Keuntungan Ganda Diharapkan dari Proyek Reduksi Gas TPA Bekasi (Siaran Pers)

Available in: English

World Bank Office Jakarta
Jakarta Stock Exchange Building
Tower 2, 12 th Floor (62-21-5299-3000

Contact :

In Jakarta:
Randy Salim - 021 5299-3259
rsalim1@worldbank.org

In Washington:
Anita Gordon - (202) 473 1799
agordon@worldbank.org


Emisi gas rumah kaca berkurang; pengumpulan dan pembuangan limbah padat diseluruh Jakarta meningkat sebagai hasilnya

Bekasi, 3 Maret, 2008—Bank Dunia pada hari ini menanda-tangani sebuah Perjanjian Pembelian Reduksi Emisi yang inovatif dengan PT. Gikoko Kogyo Indonesia (Gikoko) yang akan segera mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan pengelolaan limbah padat dan menyediakan pendanaan bagi masyarakat local di Kotamadya Bekasi.

Dalam perjanjian ini, Bank Dunia, bertindak sebagai pengampu dari the Netherlands Clean Development Mechanism Facility, akan membeli Sertifikat Pengurangan Emisi yang sama dengan kurang lebih 250,000 ton CO2. Kredit ini akan didapatkan dari pengumpulan dan pembakaran gas metan yang dihasilkan dari limbah padat yang dibuang di TPA Sumur Batu, di perbatasan Timur Laut TPA Bantar Gebang (tempat pembuangan sampah DKI Jakarta).

Pembelian ini dilakukan berdasarkan Clean Development Mechanism dari Protokol Kyoto. CDM membolehkan Negara-negara untuk mencapai sebagian dari pengurangan emisi mereka sesuai dengan Protokol dengan membeli kredit dari proyek Negara berpendapatan menengah seperti misalnya Indonesia.

“Proyek ini, bersama dengan beberapa proyek CDM yang mulai bermunculan di Indonesia, merupakan indikasi dari peran penting Negara ini dalam menanggapi masalah perubahan iklin,’ kata Joachim von Amsberg, Direktur Negara Bank Dunia untuk Indonesia. “Hal ini juga merupakan sebuah indicator dari komitmen jangka pangjang Indonesia sebagai mitra global dalam upaya untuk mencari penyelesaian masalah pemanasan global .”

Proeyk ini membuat Kotamadya Bekasi sebagai pionir dalam pengelolaan limbah padat yang ramah lingkungan di pulau Jawa. “Bekasi bangga dapat memainkan peran, walaupun kecil, dalam upaya global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca,” kata Akhmad Zurfaih HR, Walikota Kotamadya Bekasi. “Kami juga bangga telah mengambil langkah pertama untuk memperbaiki pengelolaan limbah padat di wilayah Jakarta raya.”

Sebuah kemitraan sektor public-swasta antara Gikoko dan Kotamadya Bekasi menghilangkan halangan komersial yang sebelumnya sebelumnya membatasi keterlibatan sektor swasta dalam pengelolaan limbah padat. Hal ini akan dilakukan dengan menyediakan aliran pemasukan bagi pemerintah kotamadya dan sektor swasta dari penjualan kredit pengurangan emisi gas rumah kaca yang dilakukan dengan membakar metan.

Menurut James Orehmie Monday, manajer tugas Bank Dunia, “Penerapan dari proyek ini akan bertindak sebagai katalis untuk pengembangan proyek CDM yang sama di sektor limbah padat perkotaan. Hal ini akan menuju tidak hanya kepada pengurangan emisi gas rumah kaca, tetapi juga peningkatan yang diperlukan dalam pengumpulan dan pembuangan limbah padat diseluruh Indonesia. Selain itu, proyek ini juga menyediakan dana bagi masyarakat lokal yang tinggal disekitar dan bekerja di TPA untuk mulai menghadapi beberapa keperluan mereka yang mendesak.”

Masyarakat lokal sendiri akan secara bersama-sama mengelola penggunaan dana ini, dengan kota dan Gikoko, dan karenanya menjamin bahwa masyarakat lokal tidak hanya menjadi bagian dalam proses pembuatan keputusan, tetapi juga secara bersama-sama bertanggung jawab dalam penggunaan dana ini.




Permanent URL for this page: http://go.worldbank.org/4A5BBLOX70