Empat tahun setelah tsunami, rekonstruksi provinsi Aceh di Indonesia mendekati penyelesaian, dengan rumah, infrastruktur dan layanan sosial hampir selesai dibangun kembali dan pulih. Usaha ini merupakan salah satu usaha rekonstruksi terbesar di negara berkembang dengan lebih dari US$7 miliar telah disediakan untuk membangun kembali provinsi tersebut, yang sebagian besarnya telah digunakan.Setelah hampir 30 tahun dilanda konflik, Aceh sekarang dalam keadaan damai, rekonstruksi cukup berkembang dan ekonomi mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Kemajuan besar dicapai, dan situs ini memonitor kemajuan rekonstruksi Aceh sekaligus pembangunan perekonomian setempat. Perkembangan Rekonstruksi Aceh Lebih dari separuh dana yang dialokasikan telah dihabiskan untuk rekonstruksi Aceh. Untuk memonitor perkembangan rekonstruksi dan mendapatkan perkembangan terkini, klik di sini Perkembangan Ekonomi Tingkat kemiskinan Aceh telah turun sejak program rekonstruksi mulai, sementara pada saat yang sama telah ada pertumbuhan ekonomi yang kuat dan penurunan inflasi. Untuk informasi lebih lengkap, klik di sini Keuangan Publik Untuk analisa yang lebih lengkap mengenai pendapatan Aceh, pengeluaran dan pengelolaan fiskal di tingkat daerah dan provinsi, dan juga analisa dana pemerintah pusat yang telah dihabiskan di daerah itu. Klik di sini Program Bank Dunia Program pembangunan Bank Dunia di Aceh dan Nias mendahului program tsunami dan mulai tahun 1998. Sekarang Program pembangunan Bank Dunia ini telah mengkoordinasi lebih dari US$ 700 juta lewat Mulit Donor Fund. Klik di sini untuk kegiatan Bank Dunia di Aceh dan Nias yang terkini. Sejarah Aceh Tsunami telah menyebabkan kerugian sebesar US$4,5 milyar di provinsi Aceh. Konflik yang berlangsung selama 30 tahun juga berakhir. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang sejarah Aceh yang beraneka ragam ini, klik di sini |