Laporan Kemajuan Strategi Bantuan Negara untuk Indonesia FY2004-08

Di bulan September 2006, Dewan Direksi Bank Dunia menyetujui satu tahun perpanjangan dengan fitur tambahan untuk Strategi Bantuan Negara (CAS) untuk Indonesia yang sudah ada. Laporan Kemajuan CAS FY2004-2008 telah meresmikan area bantuan pembangunan keempat, pengelolaan risiko bencana, sebagai pengakuan terhadap program rekonstruksi besar yang sedang dilakukan Bank Dunia di  Aceh, Nias dan Yogyakarta.

Area ini adalah tambahan untuk tiga sasaran yang telah disetujui Pemerintah untuk bantuan Bank Dunia kepada Indonesia: menyediakan layanan yang lebih baik kepada masyarakat miskin, memperkuat tata laksana di semua tingkatan dan meningkatkan iklim investasi.

Setelah mengulas kemajuan CAS yang dimulai tahun 2004, Dewan mengakui peningkatan yang dialami Indonesia di beberapa area, mulai dari demokrasi dan desentralisasi sampai perekonomian walaupun terjadi serangkaian bencana alam. Negara ini telah mengalami titik balik dari krisis ekonomi di tahun 1999 dimana kemiskinan dan investasi pembangunan telah kembali ke tingkat sebelum krisis. Indonesia akan segera keluar dari konsesi program pemberian pinjaman International Development Association sesuai dengan statusnya sebagai negara berpendapatan menengah. Tentunya, melalui manajemen fiskal yang berkehati-hatian, Indonesia telah mengurangi beban rasio utang terhadap PDB dari 100 persen di tahun 1999 menjadi 47 persen saat ini, angka yang diperkirakan akan semakin menurun di tahun-tahun mendatang.

Hasil dari Bantuan Bank Dunia: Laporan Kemajuan CAS menemukan bahwa hampir semua proyek dan program yang dilakukan selama periode tersebut berada pada jalur yang tepat dalam mewujudkan pernyataan sasarannya. Bank Dunia saat ini memberikan bantuan untuk 27 proyek Pemerintah di semua sektor utama perekonomian. Bank Dunia juga mengelola dan bermitra dengan badan dan donor pembangunan lain di sejumlah besar proyek yang didukung oleh lebih dari 134 Dana Perwalian senilai US$850 juta. Di FY06, aktivitas pemberian pinjaman mencapai US$685 juta, sementara aktivitas hibah tetap di US$546 juta. Beberapa hasil penting dari program yang didukung oleh Bank Dunia di Indonesia: 

  • Perluasan Program Pembangunan Masyarakat ke 41.000 desa dimana lebih dari 100.000 proyek infrastruktur telah dilakukan dalam enam tahun terakhir untuk meningkatkan kualitas jalan, sanitasi, sekolah, jembatan, saluran air dan perumahan. Lebih dari 3 juta penduduk desa dipekerjakan melalui program-program ini. (Pemerintah saat ini sedang meningkatkan program untuk melibatkan 75.000 desa yang membuatnya menjadi pusat mekanisme pengentasan kemiskinan untuk Indonesia) 
     
  • Sekitar 1,5 juta masyarakat berpendapatan rendah mendapatkan akses atas air bersih karena program pasokan air dan sanitasi yang didukung oleh Bank Dunia. Enam sampai 10 juta orang lainnya akan menikmati Program Air dan Sanitasi Ketiga yang menyediakan infrastruktur, kebersihan masyarakat dan pembangunan kapasitas masyarakat lokal untuk peningkatan hasil pembangunan manusia.
     
  • Lebih dari 2 juta akta tanah telah didistribusikan dan 2,5 juta lainnya sedang dipersiapkan, termasuk di Aceh, sekitar 3.000 akta telah didistribusikan dan lebih dari 52,000 telah dipetakan.
     
  • Bank Dunia mengelola US$537 juta Multi-Donor Trust Fund untuk Aceh & Nias telah memberikan komitmen atas 70 persen dananya untuk proyek di tahun pertama. Lebih dari 3.370 rumah telah dibangun dan diperbaiki serta 13 proyek rehabilitasi sedang dilakukan. Setelah gempa bumi tanggal 27 Mei di pulau Jawa, Bank Dunia merealokasikan US$20 juta untuk pembangunan kembali 6.000 rumah yang akan diselesaikan di bulan Desember. Lebih banyak tempat penampungan akan dibangun menggunakan Java Reconstruction Fund sebesar US$75 juta yang juga akan memberikan dukungan kritis untuk kelangsungan hidup.
     
  • Dengan empat proyek pembangunan pedesaan yang aktif senilai US$228 juta, Bank Dunia berfokus pada meningkatkan produktivitas pertanian, reformasi tata laksana pemerintahan lokal dan iklim yang baik untuk investasi pedesaan. Undang-undang pengairan baru, pengelolaan DAS dan asosiasi pengguna air baru yang akan mempengaruhi sepertiga tanah teririgasi di negara ini.
     
  • Bank Dunia memberikan fokus baru atas dukungannya terhadap pendidikan - Bank Dunia telah mendukung 26 proyek senilai US$1,5 miliar dalam 20 tahun terakhir - untuk mengatasi kebutuhan kritis atas perkembangan anak usia dini. Sebuah program 7 tahun yang mempersiapkan 740.000 anak-anak termiskin di Indonesia untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik telah dimulai di 50 kabupaten.

Prioritas Bantuan di Masa Depan: Sejalan dengan komitmen yang kuat dari Pemerintah terhadap demokrasi, desentralisasi dan pengentasan kemiskinan, perpanjangan CAS akan memberikan dukungan yang lebih besar untuk (i) reformasi dan transparansi layanan masyarakat, program pengentasan kemiskinan di seluruh negeri (ii) pengelolaan risiko bencana (iii) peningkatan pembiayaan program pengentasan kemiskinan (iv) kemitraan yang lebih kuat untuk meningkatkan kualitas lingkungan bisnis, pembangunan infrastruktur, dan rekonstruksi Aceh.

Bank Dunia akan bekerja sama dengan Pemerintah dan donor melalui Dana Perwalian yang sudah ada, seperti Fasilitas Pendukung Desentralisasi, Pinjaman Kebijakan Pembangunan dan program yang ada mengenai penguatan tata laksana melalui paket fidusia dan reformasi pertanggungjawaban di area partisipasi publik, transparansi, pengelolaan keuangan dan pengadaan. Usaha-usaha ini sedang dilakukan di 21 provinsi yang mendukung reformasi.




Permanent URL for this page: http://go.worldbank.org/BM8BAT16U0

Country Assistance Strategy

Press Release