Program Bank Dunia untuk Sektor Swasta di Indonesia

Sektor Swasta
  • Aktifitas untuk Iklim Investasi
    Tim Pengembangan Sektor Swasta (Private Sector Development/PSD) Bank Dunia membantu pemerintah meningkatkan peraturan perundang-undangan di bidang investasi dengan tujuan untuk menyederhanakan prosedur investasi dan mencabut aturan-aturan yang tidak perlu. Praktek-praktek terbaik internasional telah disampaikan mengenai peraturan perundang-undangan investasi dan studi latar belakang.

    Pemerintah mempunyai paket kebijakan iklim investasi yang secara garis besar meliputi lima bidang: kebijakan investasi, pabean, perpajakan, pengaturan ketenagakerjaan dan kebijakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Paket ini terdiri dari 85 aksi yang disertai dengan target batas waktu, dan mendelegasikan tanggung jawab kepada menteri atas setiap aksi. Sampai bulan September 2006, sebanyak 30 tindakan telah diselesaikan dan 17 tindakan masih dalam pelaksanaan. Reformasi-reformasi yang penting seperti pengajuan undang-undang investasi yang baru kepada DPR, pembatalan perda yang merugikan kegiatan usaha, dan pedoman untuk pengembangan pusat pelayanan satu atap oleh pemda telah dilaksanakan berdasarkan paket reformasi iklim investasi tersebut. Bank Dunia mendukung paket kebijakan ini.

    Atas permintaan pemerintah, Bank Dunia telah mendukung pengembangan alat pemantau cepat untuk menelusuri perubahan-perubahan iklim investasi. Alat pemantau ini didasarkan atas serangkaian survei yang diadakan setiap enam bulan dan mengikuti sejumlah kecil indikator lingkungan usaha seperti lamanya waktu untuk keluar dari pabean, memperoleh restitusi pajak, dan mendapatkan izin usaha. Survei pemantauan terdiri dari upaya multi-tahun yang dilaksanakan oleh Universitas Indonesia dengan dukungan teknik dari Bank Dunia dan setahun dukungan keuangan dari Pemerintah Belanda. Hasil survei disampaikan dua kali di rapat tingkat tinggi yang dihadiri oleh para menteri dan duta besar dan berdampak pada upaya-upaya reformasi yang dilakukan oleh Badan Investasi, departemen pajak, departemen pabean, Departemen Koordinator Bidang Ekonomi dan Departemen Perdagangan.

 

Related Links
Indonesia Rural Investment Climate Assessment

World Development Report 2005 “A Better Investment Climate for Everyone”

World Bank Investment Climate Website

International Workshop on improving Indonesia’s Investment Climate 16-17 November 2005


Download
Notes on Public-Private Dialog Promotes Change in Oil, Gas and Mining Investment Climate

 

 

  • Analisa Rantai Nilai  
    Karena menyadari manfaat dari perdagangan bernilai tambah tinggi maka Bank Dunia melakukan analisa rantai nilai terhadap sektor-sektor strategis utama. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi hambatan internal maupun eksternal bagi perusahaan-perusahaan yang menghalanginya untuk mengekspor produk-produk yang lebih canggih. Klien utamanya adalah Departemen Perdagangan Pemerintah Republik Indonesia.

    Karena menyadari hilangnya daya saing sektor udang dan tekstil/pakaian, Departemen Perdagangan (atas nama Pemerintah Indonesia) telah meminta Bank Dunia dan FIAS untuk mengkaji hambatan-hambatan utama yang mempengaruhi daya saing kedua sektor tersebut. Rekomendasi kebijakan disampaikan dengan segi-segi yang paling menonjol yang bertujuan untuk memulai dialog sektor swasta-publik berdasarkan agenda kebijakan.


Related Links
Improving Indonesia’s
Competitiveness:
Case Study of Textile and Farmed Shrimp Industries
Report: Volume 1

Report: Volume 2

Perdagangan

Kantor Bank Dunia di Jakarta telah bekerja aktif dengan mitra-mitra dari Departemen Perdagangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dengan dukungan tambahan dari Dutch Trust Fund, Bank memberikan masukan mengenai penelitian analitis yang berbasis pada persoalan perdagangan dan praktek-praktek terbaik di negara-negara lain seperti:

  • Kebijakan perdagangan: Bekerja sama untuk mengembangkan alat-alat analisa tingkat proteksi yang efektif (ERP) untuk kasus Indonesia.
  • Masukan untuk meningkatkan kinerja produk ekspor utama. Melalui kerja sama dengan FIAS, Bank Dunia menyediakan bantuan teknis untuk meningkatkan rantai nilai ekspor udang dan tekstil.
  • Studi tentang perilaku belanja konsumen dan peranan pasar modern dan tradisional: Bank Dunia meminta dilaksanakannya studi-studi untuk mengetahui perilaku konsumen di Indonesia dan menganalisa dampak pasar swalayan terhadap kinerja pasar tradisional.
  • Peningkatan kapasitas: Bersama dengan Institut Bank Dunia (WBI), Bank juga mensponsori beberapa program pelatihan dan lokakarya seperti negosiasi jasa (yang diselenggarakan bersama USAID), kursus kebijakan perdagangan di Universitas Kolumbia, dan pelatihan untuk menggunakan database perdagangan (dengan WBI).
width="3" Kembali ke atas
Download Trade Note
Edition: May 2006

Edition: Jun 2006

Edition: Jul & Aug 2006

Edition: Oct 2006

Edition: Dec 2006

Edition: Feb 2007

Edition: May 2007

Edition: Aug 2007

Edition: Nov 2007

Edition: Mar 2008

Edition: Aug 2008

 
Download Technical Note

Edition: Jan 2007

Edition: March 2007

Edition: Apr 2007

Edition: Aug 2007

Edition: Sept 2007

Edition: Jun 2008

Edition: Jul 2008


Download
Summary of Workshop Accelerating Economic Regulatory Reform: Indonesia & International Experience



Permanent URL for this page: http://go.worldbank.org/QK2Z7WUKE0