Perubahan Iklim

Kembali ke   halaman depan

» Perubahan Iklim menjadi Prioritas Nasional
» Akar penyebab
» Manfaat adaptasi dan mitigasi
» Bantuan Bank Dunia dan donor utama lainnya
» Usulan Inisiatif

Perubahan Iklim menjadi Prioritas Nasional
Beberapadaerah tertentu di Indonesia sangat rentan terhadap beragam bahayaperubahan iklim. Meskipun temperatur udara di Indonesia kemungkinanakan mengalami sedikit kenaikan, perubahan iklim akan mengakibatlkancurah hujan yang lebih besar dan kenaikan permukaan laut. Masyarakatdan ekosistem yang sangat rentan terhadap risiko perubahan iklim beradadi Jawa, Bali, beberapa bagian Sumatra dan sebagian besar Papua.Pemanasan laut juga akan berpengaruh pada keanekaragaman hayati lautdan sangat berbahaya bagi terumbu karang, yang sebelumnya telah risikopemutihan. Dampak potensial dari pembangunan meliputi :

  • Peningkatan ancaman terhadap ketersediaan pangan
  • Penurunan produktivitas pertanian
  • Banjir yang melanda zona dan komunitas pesisir yang produktif
  • Hilangnya mata pencaharian usaha tani dan pesisir
  • Peningkatan intensitas penyakit yang ditularkan melalui air dan vektor.

Dampak ekonomi dari perubahan iklim di Indonesia akan tinggi. Tanpa mempertimbangkan dampak nonpasar dan risiko bencana, kerugian PDB rata-rata diproyeksikan mencapai 2,5 persen di tahun 2100.

Akar penyebab
Tingkat emisi gas rumah kaca yang tinggi di Indonesia disebabkan oleh deboisasi, kebakaran hutan dan degradasi lahan, khususnya lahan gambut. Emisi gas telah diatur dalam kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang tepat namun pelaksanaan dan penegakkannya masih lemah. Selain itu, inisiatif-inisiatif seperti perluasan produksi biofuel dan revitalisasi industri kehutanan dapat memperburuk emisi gas jika tidak direncanakan dengan hati-hati. Emisi dari sektor energi relatif kecil namun semakin meningkat dengan pesat - bahkan lebih cepat daripada pertumbuhan ekonomi. Akar penyebab masalah di bidang ini mencakup pelaksanaan program perluasan pembangkit listrik tenaga batu bara oleh Pemerintah RI dan rintangan terhadap pengembangan sumber energi yang dapat diperbaharui. Akhirnya, perencanaan atau investasi untuk mengurangi dampak emisi masih relatif sedikit, dan adaptasi dengan perubahan iklim.


Manfaat adaptasi dan mitigasi

Manfaat tahunan menghindari kerusakan akibat perubahan iklim bagi Indonesia kemungkinan melebihi biaya tahunan sampai 2050, dan di tahun 2100, manfaat tersebut dapat mencapai 1,6 persen PDB.

World Development Report 2010 memberikan panduan dalam melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim di lingkungan yang tidak menentu. Prioritas harus diberikan pada kebijakan "tanpa sesal" dan investasi yang menyediakan manfaat walaupun tidak terjadi perubahan iklim. Margin keamanan harus disertakan dalam investasi baru. Pilihan yang dapat dibalik dan fleksibel harus diutamakan dan rencana berdasarkan analisis skenario.


Bantuan Bank dan donor utama lainnya
Masyarakatinternasional sedang berupaya memenuhi komitmen untuk mengatasipenyebab dan konsekuensi dari perubahan iklim ini. Pembiayaanproyek-proyek CDM telah dipromosikan secara aktif sejak Indonesiameratifikasi Protokol Kyoto, namun hasilnya masih minim. Saat ini, BankDunia sedang melaksanakan pendekatan yang lebih programtis terhadap CDMyang memampukan replikasi kegiatan serupa. Kementerian Lingkungan Hidupdan Departemen Kehutanan tertarik untukmenjajaki kemungkinan mengurangi emisi gas rumah kaca melaluiReduction of Emissions from Deforestation and Degradation (REDD).Karena degradasi hutan dan lahan gambut merupakan sumber terbesar emisigas rumah kaca di Indonesia, kami membantu Indonesia dalammengembangkan dan mengimplementasikan strategi untuk mengurangi emisimelalui bantuan teknis dan pembiayaan proyek percontohan.

Bank Dunia dan para mitra donor telah meluncurkan Fasilitas Kemitraan Karbon yang memberikan dukungan untuk kegiatan kesiapan REDD dan mekanisme pembiayaan karbon lebih lanjut agar dapat beroperasi berdasarkan kemajuan dalam kesiapan. Sebagai tambahan atas REDD, sumber pembiayaan karbon lain juga dapat digunakan. Sebagian contoh mencakup Forest Investment Program, dana multidonor yang termasuk dalam Strategic Climate Fund Bank Dunia dan dukungan bilateral pemerintah.

Usulan Inisiatif

Bank Dunia melalui Country Partnership Strategy secara aktif mendukung upaya Pemerintah memanfaatkan kesempatan yang unik untuk meningkatkan kemampuan untuk menjawab tantangan-tantangan utama yang ditimbulkan oleh perubahan iklim. Bank Dunia bekerja erat dengan para donor dan pemerintah untuk membantu para stakeholder di Indonesia mengidentifikasi dan memahami masalah-masalah dan opsi-opsi yang dihadapi oleh Indonesia dalam mengurangi dampak pemanasan global dan beradaptasi terhadap perubahan iklim. Laporan utama terbaru mencakup:

  • Sintesa komprehensif mengenai informasi terbaru dan dapat diandalkan tentang Indonesia dan perubahan iklim (emisi, dampak dan kebijakan) Baca Ringkasan Laporan
  • Kajian tentang opsi-opsi pertumbuhan rendah-karbon bersama Departemen Keuangan. Baca Laporan
  • Laporan Country Environmental Analysis.
  • Climate Resilient Cities. Baca Laporan
 
Beragam Informasi dari Bali Climate Change Conference 2007

Presiden Kelompok Bank Dunia: Penanggulangan Perubahan Iklim Dapat Bermanfaat Bagi Pembangunan (Siaran Pers)

Bank Dunia Meluncurkan Program Kemitraan Karbon Hutan (Berita)

Konferensi Para Pihak ke 13 untuk UNFCCC (Pidato)

Pesan Grup Bank Dunia dari Bali: Jaga Pertumbuhan Negara Negara Berkembang(Berita)

Laporan dari Nigeria, Indonesia & Peru (Video)
Dukungan Bank Dunia untuk Penduduk Asli (Presentasi)

 

Berbagai Situs mengenai Perubahan Iklim & Mitranya
Official site of the Ministry of Environment toward Bali COP 13
Ministry of Forestry site for Indonesia Forest Climate Alliance (IFCA)
United Nations Climate Change Conference, 3-14 December, Nusa Dua, Bali, Indonesia (COP 13 and CMP 3)
CIFOR Website, info about forests and climate change. Institutional partner on REDD with Min Forestry
ICRAF, the World Agroforestry Center. Institutional partner on REDD with Min Forestry
CSIRO – institutional partner on policy research with Bappenas on issues of sustainability
Australian Government - Department of Foreign Affairs and Trade 
World Bank: Rural Institutions and Climate Change
International Institute for Environment and Development
Gateway to UN system's work on Climate Change
Millenium Ecosystem Assessment (MA)
International Institute for Sustainable Development, Reporting Services (IISD RS)
Woodrow Wilson Center Climate Change work
Tyndall Center for Climate Change Research
World Bank research on Climate Change from the Development Research Program
International Institute for Sustainable Development (IISD)
Overseas Development Institute (ODI)



Permanent URL for this page: http://go.worldbank.org/0F7PS203T0