| Untitled Document Kontak : Kantor Perwakilan Bank Dunia Gedung Bursa Efek Jakarta Menara 2, Lantai 13, Jl. Jend Sudirman Randy Salim - 021 5299-3259 rsalim1@worldbank.org Santi Sugiarti Santobri - 0 21 5299-3140 ssantobri@worldbank.org Para pemangku kepentingan di seluruh dunia membantu membentuk strategi pembangunan baru dengan mata tertuju pada perubahan iklim JAKARTA, 30 April 2008 – Bank Dunia hari ini mengadakan forum konsultatif dengan beragam pemangku kepentingan mengenai usulan kerangka kerja baru dari bantuan pembangunan untuk negara-negara yang menghadapi tiga tantangan pertumbuhan, pengentasan kemiskinan dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Forum ini merupakan bagian proses konsultasi global yang menjangkau 6 wilayah, dan menandai usaha pertama oleh organisasi multilateral untuk mengangkat masalah perubahan iklim di semua sektor pembangunan. “Usulan kerangka kerja akan memampukan negara berkembang seperti Indonesia untuk mengatasi ancaman perubahan iklim - kenaikan permukaan air laut, perubahan pola cuaca, peningkatan ketidakpastian - serta mengambil keuntungan dari peluang sehubungan dengan pembayaran karbon dan akses ke sumber baru pembiayaan global,” ujar Joachim von Amsberg, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia. Menuju Kerangka Kerja Strategis mengenai Perubahan Iklim dan Pembangunan (Strategic Framework on Climate Change and Development/SFCCD) untuk Kelompok Bank Dunia merupakan judul laporan konsep dan masalah, yang saat ini merupakan subyek konsultasi global terbuka. Para pemangku kepentingan di seluruh dunia diundang untuk memeriksa draf laporan dan mengomentari bagaimana Bank Dunia harus mengatasi perubahan iklim dalam konteks pembangunan internasional. Di Indonesia, konsultasi dipimpin oleh Dr. Kulsum Ahmed, Kepala Ahli Lingkungan di Departemen Lingkungan Kantor Pusat Bank Dunia, yang terlibat dengan anggota pilihan yang terdiri dari pejabat pemerintah, masyarakat sipil dan media. Penasihat Kepresidenan Prof. Dr. Emil Salim, yang memimpin delegasi Indonesia di Konferensi Perubahan Iklim Bali di bulan Desember 2007, juga hadir untuk memberi komentar mengenai prakarsa SFCCD. “Pada akhirnya, kerangka kerja ini akan memandu upaya global Kelompok Bank Dunia, serta operasi negaranya, sehubungan dengan perubahan iklim dan pembangunan, termasuk dialog kebijakan, pemberian pinjaman , karya analitis ,” ujar Dr. Ahmed. Tahap awal konsultasi ini akan berlangsung sampai 30 Juni 2008, dan mengambil dua bentuk berbeda: - Konsultasi langsung - kelompok pemangku kepentingan pilihan yang mewakili pemerintah, masyarakat sipil dan media massa akan diundang untuk mengambil bagian dalam wawancara tatap muka atau forum diskusi.
- Konsultasi online – draf laporan SFCCD dapat diunduh dari semua situs web Bank Dunia atau www.worldbank.org/climateconsult (saat ini tersedia dalam 6 bahasa), sementara pihak yang berminat juga dapat mengisi kuesioner on-line .
Draf akhir laporan kemudian akan diedarkan untuk konsultasi lebih lanjut di musim panas untuk ditetapkan dan didiskusikan oleh pemegang saham Bank Dunia di bulan Oktober 2008. Namun, SFCCD akan terus diinformasikan pada saat penerapan melalui konsultasi dan monitoring serta diubah berdasarkan umpan balik dan pembelajaran ini, serta perkembangan baru, di bulan dan tahun mendatang. Untuk membaca lebih lanjut mengenai dukungan Bank Dunia untuk Indonesia, kunjungi: www.worldbank.org/indonesia. |