Kontak : World Bank Office Jakarta Stock Exchange Building Tower 2, 13 Floor,Jl. Jend Sudirman In Jakarta – Randy Salim Tel :(62 21) 5299-3259 rsalim1@worldbank.org Peningkatan pengeluaran kesehatan publik, lewat program seperti Askeskin, mensinyalir komitmen pemerintah untuk memperbaiki hasil kesehatan di wilayah terpencil maupun kalangan miskin
JAKARTA, 11 Juni 2008 – Sebuah laporan Bank Dunia baru yang diluncurkan hari ini selain menyorot sejumlah keberhasilan Indonesia dalam melakukan reformasi di sektor kesehatan, juga mengangkat sejumlah tantangan serta menawarkan ide-ide untuk melakukan pengeluaran kesehatan yang lebih efektif dan efisien agar Indonesia dapat lebih cepat mewujudkan visinya untuk memberi layanan kesehatan universal. Health Public Expenditure Review (PER) 2008 – Investingin Indonesia’s Health: Challenges and Opportunities for Future Public Spending menyebutkan bahwa belanja publik di bidang kesehatan telah meningkat empat kali lipat dari sekitar AS$1 miliar menjadi AS$4 miliar di tahun 2007, terdorong oleh keberadaan program Askeskin. Meskipun program Askeskin sempat mengalami beberapa masalah dalam hal penargetan, laporan ini mengindikasikan potensi untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Pada waktu yang bersamaan, pengeluaran publik yang kurang efisien dan isu-isu terkait desentralisasi terkadang menekan kualitas layanan kesehatan, dan menghambat upaya Indonesia mencapai hasil kesehatan yang lebih maksimal. Upaya reformasi semakin dipersulit dengan kenyataan bahwa Indonesia, seperti halnya banyak negara berpendapatan menengah lainnya, memikul beban penyakit ganda, karena selain harus memerangi penyakit menular (communicable diseases) seperti TBC dan campak, juga harus memerangi penyakit tidak menular (non-communicable diseases) seperti diabetes, penyakit jantung dan kanker. “Pada tahun 2015, penduduk Indonesia diperkirakan akan meningkat menjadi 250 juta orang. Selain perubahan demografis tersebut, kita juga sedang mengalami transisi epidemiologis dan nutrisional. Semua perubahan ini menuntut keberadaan sistem kesehatan yang beda dari yang kita miliki sekarang,” kata Nina Sardjunani, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). Menurut laporan Health PER, kondisi sistem kesehatan dewasa ini adalah sebagai berikut: - Terjadi peningkatan dalam belanja kesehatan publik, baik sebagi persentase PDB maupun persentase pengeluaran total pemerintah
- Terjadi penurunan pengeluaran fatal (di mana pengeluaran kesehatan rumah tangga melebihi 40% dari seluruh pengeluaran rumah tangga) di kalangan masyarakat miskin, kemungkinan besar karena Askeskin
- Terjadi beban penyakit ganda di mana penyakit menular tradisional (communicable diseases) tetap menjadi tantangan sementara jumlah kasus penyakit tidak menular (non-communicable diseases) semakin meningkat
- Hasil kesehatan tidak berkembang secara merata – harapan hidup meningkat dan tingkat kematian anak menurun, namun tingkat kematian ibu dan peningkatan gizi kurang menunjukkan perkembangan
- Keterbatasan dalam permintaan layanan kesehatan karena terbatasnya pengetahuan tentang kesehatan dan biaya nonmedis tinggi (biaya peluang dan transportasi, ongkos pengguna) di berbagai kawasan dan kelompok sosioekonomis
- Tantangan terkait desentralisasidan manajemen keuangan publik, seperti keterbatasan kapasitas dalam bidang akuntansi kesehatan di tingkat kabupaten dan anggaran kinerja (mengaplikasikan standar layanan minimum)
- Terjadi pengeluaran pemerintah yang relatif rendah untuk faktor-faktor penentu hasil kesehatan, seperti perbaikan kualitas air dan sanitasi, dan gizi
“Harapan hidup masyarakat Indonesia kini lebih panjang dan tingkat kematian anak telah menurun – keduanya adalah prestasi yang patut diperhitungkan dan seharusnya dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah untuk lebih maju di bidang-bidang yang masih butuh perbaikan, seperti penurunan tingkat kematian ibu, gizi dan HIV/AIDS,” kata Joachim von Amsberg, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia. “Lewat laporan Health PER, kami berharap bisa memberi peluang bagi Pemerintah dan mitra-mitranya untuk memaksimalkan efisiensi, efektivitas dan keadilan dalam pengeluaran kesehatan.”
Untuk membaca lebih lanjut tentang dukungan Bank Dunia untuk Indonesia kunjungi: www.worldbank.org/id atau www.worldbank.org/indonesia |