Indonesia Memperluas Global Development Learning Network (Siaran Pers)

juga tersedia di: English

Kontak :
World Bank Office
Jakarta Stock Exchange Building
Tower 2, 13 Floor,Jl. Jend Sudirman

Di Jakarta – Randy Salim
Tel :(62 21) 5299-3259
rsalim1@worldbank.org

Kepemimpinan Indonesia di GDLN membawa era baru pembelajaran jarak jauh dan berbagi pengetahuan

JAKARTA, 9 Juli 2008 – Departemen Pendidikan Nasional Indonesia hari ini membuka Global Development Learning Network (GDLN) bagi dunia, dalam usaha ambisius untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan dan mendekatkan Indonesia ke dunia melalui teknologi konferensi video. GDLN Indonesia dimulai sebagai jaringan sederhana dari empat universitas di tahun 2002 melalui dukungan dari Bank Dunia. Melalui merger strategis dengan Indonesia Higher Education Network (INHERENT), jaringan ini sekarang mencakup 220 universitas negeri dan swasta serta dapat memanfaatkan peluang pembelajaran jarak jauh dari mana pun di Asia Tenggara.

“Pendidikan Indonesia saat ini sedang memasuki masa yang sangat menarik karena hampir tidak ada batas untuk peluang pembelajaran dan berbagi pengetahuan yang ditawarkan melalui jaringan ini,” ujar Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo pada peluncuran GDLN Indonesia yang telah ditingkatkan. “ Saya yakin bahwa bersamaan dengan berjalannya waktu, GDLN Indonesia akan berkembang lebih kuat dan lebih luas, serta akan memainkan peran penting dalam mendukung pendidikan bukan hanya untuk pendidikan tinggi, tapi juga sektor lain dengan menghubungkan setiap bagian Indonesia ke dunia dan membawa dunia ke setiap bagian Indonesia.”

Penjelmaan pertama GDLN Indonesia adalah hubungan antara pusat GLDN yang berbasis di University of Indonesia, Jakarta dengan tiga pusat universitas regional, yang mewakili bagian barat Indonesia (Universitas Riau), pusat (Universitas Udayana) dan wilayah timur (Universitas Hasanuddin). Setelah bergabung dengan INHERENT di bulan Desember 2007, GDLN Indonesia sekarang mencakup 82 universitas negeri, 140 universitas swasta, 12 kantor wilayah Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta, dan Southeast Asian Ministers of Education Organization – Regional Open Learning Center (SEAMOLEC).

“Bank Dunia mengucapkan terima kasih kepada Indonesia atas tindakan progresif yang diambil untuk memperluas GDLN Indonesia,” ujar Peter Stephens, Direktur Komunikasi Bank Dunia untuk Wilayah Asia Timur dan Pasifik.“Kami yakin bahwa GDLN merupakan alat pembangunan yang penting dan kami berkomitmen untuk terus mendorong perkembangannya.”

GDLN Indonesia dirancang sebagai jaringan bebas ukuran untuk mengantisipasi dan mengakomodasi pertumbuhan jaringan di negara ini. Dalam jaringan yang ada, serat optik 30Mbps berfungsi sebagai tulang punggung koneksi sebagian besar pulau besar, sementara Papua dan Maluku terhubung melalui VSAT 2Mbps. Sejak bergabung dengan INHERENT, GDLN Indonesia telah menyelenggarakan banyak dialog, program pembelajaran dan konferensi/seminar penting yang melibatkan pejabat pemerintah, akademisi, praktisi dan sektor swasta dari Indonesia dan luar negeri.

 

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai dukungan Bank Dunia untuk Indonesia, kunjungi: www.worldbank.org/indonesia

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Global Development Learning Network, kunjungi: www.gdln.org 


-



Permanent URL for this page: http://go.worldbank.org/DIPA99BOP0