Kemitraan untuk Mendukung Prioritas Pembangunan

juga tersedia di: English

www.worldbank.org/id/mitraindonesia


Dengan memanfaatkan lembaga Indonesia sendiri, CPS bertujuan membantu negara ini untuk berpindah ke tahap berikut dari transformasinya yang sedang berjalan dan belum selesai - tahap yang jika telah terlewati akan memampukan Indonesia untuk mengambil tempat di antara negara-negara Asia Tenggara yang paling sukses ekonominya. Kelompok Bank Dunia akan terlibat sebagai Mitra Indonesia dalam area-area berikut:


           
 

Kelompok Bank Dunia bertujuan untuk membantu Indonesia menyelesaikan transisi kelembagaannya. Sampai saat ini, proses tersebut telah menghasilkan sejumlah prestasi besar. Desentralisasi telah membuat pemerintah daerah semakin berperan dalam penyampaian layanan. Pemerintah telah memperkuat sejumlah lembaga antikorupsi dan terus mengintensifkan upaya pemberantasan korupsi. Sejalan dengan hal ini, Pemerintah juga mencari cara untuk menjadi pengelola keuangan publik yang lebih baik dan lebih bersih. Ada dorongan besar untuk menyelenggarakan negara dengan cara yang lebih efisien dan efektif. Saat ini, Kelompok Bank Dunia berusaha menyamai dorongan ini dengan kapasitas yang lebih besar. Dengan melakukan hal tersebut, Kelompok Bank Dunia akan terlibat dengan lembaga-lembaga yang berkomitmen untuk berubah, mengidentifikasi pelaku reformasi yang berkomitmen, dan memberikan dukungan yang mereka butuhkan untuk mewujudkan visi perubahan mereka.
 


           
 

Kelompok Bank Dunia bertujuan untuk membantu membuat sektor swasta Indonesia menjadi pendorong pertumbuhan yang luas, dan pada gilirannya, meningkatkan daya saing Indonesia secara regional dan global. Kunci dalam mencapai tujuan ini adalah membuat sektor publik menjadi fasilitator - bukan hambatan - dalam lingkungan bisnis. Untuk mencapai hal ini, Pemerintah telah memperbaiki kebijakannya mengenai pajak, pabean, kerangka investasi, dan masalah lain yang menjadi kekhawatiran bagi para investor. Namun, implementasi kebijakan ini belum merata. Infrastruktur yang buruk dan “tangkapan kelembagaan” (di mana beberapa lembaga tenggelam dalam kepentingan bisnis orang-orang yang berkuasa) juga menghambat pertumbuhan di sektor swasta. Untuk membantu Indonesia mengatasi tantangan yang tersisa ini, International Finance Corporation - unit sektor swasta Kelompok Bank Dunia - dan Bank Dunia akan membangun hubungan yang erat dengan Departemen Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Bank Indonesia, dan mitra utama lain yang membentuk iklim investasi. Kemitraan ini akan didasarkan pada upaya analitis, pemberian saran dan monitoring, serta pembangunan kapasitas kelembagaan.
 


           
 
Kelompok Bank Dunia akan terus mendukung Pemerintah dalam perancangan dan perluasan program yang mempromosikan pertumbuhan dan perlindungan sosial yang lebih inklusif, sekaligus memastikan pertanggungjawaban yang lebih besar dari pejabat terpilih dan penyedia layanan. Seperti halnya banyak negara berkembang lain, Indonesia masih memiliki banyak hal yang harus dilakukan untuk mencapai target MDG, terutama sehubungan dengan meningkatkan penyampaian layanan publik di tingkat kabupaten. Namun, sehubungan dengan mendorong pertumbuhan inklusif dengan risiko korupsi yang rendah, Indonesia nyaris tidak tertandingi karena Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM Mandiri) - konsolidasi lebih dari 50 program pembangunan berbasis masyarakat yang ditingkatkan untuk mencakup 70.000 desa dan masyarakat miskin perkotaan di tahun 2010, berdasarkan anggaran pemerintah senilai US$2 miliar per tahun. Kelompok Bank Dunia akan mendukung perluasan PNPM Mandiri dan program perlindungan sosial lain, seperti bantuan tunai bersyarat, dengan menawarkan serangkaian pembiayaan bersama serta usaha analitis dan pemberian saran. Dukungan CPS untuk peningkatan efektivitas kelembagaan terutama akan berfokus pada Kementeriaan Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.
 


           
   
Kelompok Bank Dunia bertujuan untuk membantu Pemerintah dalam membangun Indonesia yang lebih besar dan lebih baik dengan memobilisasi sumber daya keuangan dan manusia yang diperlukan untuk mendukung rencana infrastruktur Indonesia. Pembangunan infrastruktur berskala besar merupakan hal penting bagi kemajuan Indonesia di hampir semua bagian dan Pemerintah menyadari bahwa di masa depan, sektor swasta merupakan mitra bisnis yang paling logis. Dengan berfokus pada jalan, energi dan air (termasuk irigasi, serta layanan air dan sanitasi), Kelompok Bank Dunia akan menjadi penghubung antara lembaga publik dan swasta untuk membantu menjembatani kesenjangan pembiayaan untuk infrastruktur di subsektor-subsektor ini. Pada saat yang sama, Kelompok Bank Dunia akan membantu memperkuat pertanggungjawaban dan kapasitas badan pemerintah dalam menyampaikan hasil infrastruktur yang lebih baik. Empat badan yang saat ini diperkirakan akan menjadi mitra yang kuat adalah Direktorat Jenderal Bina Marga (DGH), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (DWR) dan Direktorat Jenderal Cipta Karya (DHS) - yang semuanya berada di bawah naungan Departemen Pekerjaan Umum - serta Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kelompok Bank Dunia akan menyediakan dukungan pemberian saran dan keuangan untuk rencanan pembiayaan infrastruktur Pemerintah seperti yang dirancang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) saat ini.
 


           
 
Kelompok Bank Dunia bertujuan membantu Pemerintah menyelesaikan transformasi sektor pendidikan dengan membagi area-area utama agenda reformasi pendidikan Pemerintah, seperti membangun mekanisme pertanggungjawaban sosial, mendorong transparansi eksternal dan akses terhadap informasi, serta meningkatkan sistem monitoring dan evaluasi. Salah satu contoh dari dukungan ini adalah program System Improvement through Sector Wide Approaches (SISWA), yang memperluas prakarsa pemerintah dalam mengelola dana pendidikan dengan cara yang lebih efektif dan transparan.

Dalam tahap pertama SISWA, Kelompok Bank Dunia akan mendanai bersama program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pemerintah, yang memberdayakan penyelenggara sekolah dalam melakukan pengeluaran penting sehingga memberi mereka rasa memiliki yang lebih besar. Di tingkat pusat, program baru BOS KITA juga bertujuan untuk mengelola dana pendidikan dengan cara yang lebih efektif dan transparan, dengan meningkatkan kesadaran orang tua dan masyarakat setempat, serta membuka sistem bagi pengawas mandiri, arus informasi dan pengambilan keputusan yang demokratis. Dukungan Bank Dunia untuk sektor pendidikan akan terus didasarkan pada kemitraannya dengan Departemen Pendidikan Nasional (MoNE) dan Departemen Agama.

 


           
 
Kelompok Bank Dunia bertujuan untuk membantu Indonesia menjadi model bagi negara-negara berkembang dalam beradaptasi dengan perubahan iklim. Hal ini mencakup memanfaatkan instrumen investasi internasional baru yang dirancang untuk membantu negara-negara dalam mengatasi perubahan iklim, seperti dana investasi iklim, Adaptation Fund, dan pasar karbon global. Kelompok Bank Dunia juga akan mendukung koordinasi dan memfasilitasi kemitraan dengan sektor swasta dan masyarakat sipil dalam implementasi National Action Plan for Climate Change, serta mendukung Pemerintah dalam mengembangkan program dan kerangka kerja uji coba Reduce Emissions from Deforestation and Degradation (REDD).

Kelompok Bank Dunia juga akan melanjutkan peran utamanya dalam membangun kembali dan merehabilitasi Aceh, Nias dan Yogyakarta , sambil membantu mengurangi kerentanan Indonesia terhadap bencana alam. Prakarsa utama pengurangan risiko bencana mendatang adalah program pengerukan sungai tiga tahun DKI Jakarta, Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI), di mana Kelompok Bank Dunia akan membantu DKI Jakarta dalam mencari pembiayaan hibah untuk operasi dan pengelolaan sistem pengelolaan banjir yang efektif. Keterlibatan Kelompok Bank Dunia dalam kesinambungan lingkungan dan mitigasi bencana melibatkan kemitraan dengan Departemen Lingkungan Hidup, Kehutanan, Keuangan, Perdagangan dan Bappenas mengenai masalah perubahan iklim, serta Bappenas dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenaai mitigasi dan pemulihan bencana. Kelompok Bank Dunia akan memanfaatkan jaringan aktif organisasi masyarakat sipil untuk terus membina mekanisme partisipatif dan pertanggungjawaban sosial.

 



Permanent URL for this page: http://go.worldbank.org/08XS4HBX90