Country Partnership Strategy Baru Dukung Prioritas Pembangunan Indonesia

juga tersedia di: English

Media Contacts:

In Jakarta: Randy Salim

Tel: + (62 21) 5299-3259

rsalim1@worldbank.org


In Washington: Mohamad Al-Arief

(202) 458-5964

malarief@worldbank.org

 


Bank Dunia bertujuan untuk bermitra dengan Indonesia dengan memperkuat lembaga-lembaganya dalam mengubah sumber daya yang bernilai menjadi hasil pembangunan yang lebih baik.

Washington DC, 11 September 2008, Dewan Eksekutif Bank Dunia hari ini mendukung Country Partnership Strategy (CPS) baru untuk Indonesia yang akan memastikan Bank Dunia mendukung prioritas pembangunan Indonesia, dengan penekanan pada penguatan lembaga-lembaga nasional. CPS akan mengatur program-program Kelompok Bank Dunia di Indonesia dalam periode 2009-2012.

Strategi ini mencatat bahwa dalam sepuluh tahun setelah Krisis Keuangan Asia, Indonesia telah menjadi negara berpenghasilan menengah yang percaya diri yang didukung oleh program reformasi yang luas dan pengelolaan fiskal yang berkehati-hatian. Dasar makroekonomi Indonesia tetap kuat dan negara ini dapat melewati perlambatan ekonomi global dengan baik. Ke depannya, strategi ini juga menyoroti kebutuhan untuk menjadikan lembaga-lembaga menjadi lebih efektif dalam menyampaikan hasil pembangunan.

“ Tantangan utama Indonesia saat ini adalah perlunya lembaga-lembaga yang lebih efektif. Strategi ini bertujuan untuk membantu pemerintah meningkatkan program-program yang telah ada dan memperkaut lembaga-lembaga yang terkait, ” ujar Joachim von Amsberg, Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia. “Jika lembaga-lembaga diperkuat, masyarakat akan dimenangkan karena anggaran kemudian diubah menjadi hasil pembangunan yang lebih efektif: sekolah-sekolah, klinik, dan sumber penghasilan yang lebih baik untuk masyarakat.

Dalam waktu empat tahun, Kelompok Bank Dunia akan menyediakan sekitar US$2 miliar per tahun untuk membangun kapasitas lembaga-lembaga pemerintah pusat dan daerah yang terkait dengan kelestarian lingkungan dan mitigasi bencana, pendidikan, pengentasan kemiskinan, pembangunan masyarakat dan perlindungan sosial, infrastruktur, serta pengembangan sektor swasta.

Dengan pendekatan baru yang fleksibel ini, Kelompok Bank Dunia ingin mendukung keberhasilan reformasi kelembagaan yang dapat direproduksi,” ujar Jim Adams, Vice President Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik. “Pendekatan Bank Dunia akan berfokus pada reformasi generasi baru yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing Indonesia serta integrasinya ke perekonomian dunia sambil memenuhi pertumbuhan kebutuhan atas kepemerintahan yang baik, sistem perlindungan sosial yang modern, pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan peningkatan infrastruktur.”

CPS mencakup peningkatan peran untuk International Finance Corporation (IFC), yang memperkirakan investasi baru akan lebih dari $300 juta per tahun. "Sektor swasta memiliki peran penting dalam mengatasi sejumlah tantangan pembangunan Indonesia,” ujar Adam Sack, Country Manager IFC untuk Indonesia. “Selama periode CPS, IFC akan menginvestasikan modal jangka panjang dan memberikan saran untuk meningkatkan akses ke layanan keuangan, meningkatkan infrastruktur dan memperkuat rantai pasokan berbasis komoditas. Dengan bekerja di tingkat nasional dan daerah, IFC juga akan mendukung prakarsa Pemerintah dalam meningkatkan lingkungan bisnis."

Penekanan program pembiayaan dan pengetahuan akan terus bergeser menuju dukungan langsung atas program prioritas pemerintah yang berhasil atau menjanjikan. CPS baru memperluas fokus kepemerintahan dari Country Assistance Strategy (CAS) untuk 2004-2008. Kelompok Bank Dunia akan mengaplikasikan “lensa kelembagaan” - semua investasi, bersama dengan layanan pemberian saran dan analitis akan dikonsentrasikan pada lembaga, sektor, sistem dan program yang kemungkinan besar akan mendukung keberhasilan pendekatan ini.

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai dukungan Bank Dunia untuk Indonesia, kunjungi: www.worldbank.org/indonesia

Country Partnership Strategy (CPS) adalah laporan terperinci mengenai area prioritas Kelompok Bank Dunia untuk membantu negara klien dengan program pembangunan mereka sendiri. CPS menjelaskan semua rencana dukungan untuk Indonesia, termasuk pemberian pinjaman, studi, dan bantuan teknis lain. Strategi baru ini mencakup tahun fiskal 2009 - 2012 dan akan mendukung area utama berikut:

Penguatan Lembaga - Kelompok Bank Dunia bertujuan untuk membantu Indonesia dalam menyelesaikan transformasi kelembagaannya dan terlibat dengan lembaga - di tingkat nasional dan daerah - yang berkomitmen terhadap perubahan, mengidentifikasi pelaku reformasi yang berkomitmen, serta menyediakan bantuan yang diperlukan untuk mewujudkan visi perubahan mereka.

Pengembangan Sektor Swasta - Kelompok Bank Dunia bertujuan untuk membantu membuat sektor swasta Indonesia menjadi pendorong pertumbuhan yang luas, dan pada gilirannya, meningkatkan daya saing Indonesia secara regional dan global.

Infrastruktur - Kelompok Bank Dunia bertujuan untuk membantu Pemerintah dalam membangun Indonesia yang lebih baik dengan memobilisasi sumber daya keuangan dan manusia yang diperlukan untuk mendukung rencana infrastruktur Indonesia.

Pembangunan Masyarakat dan Perlindungan Sosial - Kelompok Bank Dunia akan terus mendukung Pemerintah dalam perancangan dan perluasan program yang mempromosikan pertumbuhan dan perlindungan sosial yang lebih inklusif, sekaligus memastikan pertanggungjawaban yang lebih besar dari pejabat terpilih dan penyedia layanan.

Pendidikan - Kelompok Bank Dunia bertujuan membantu Pemerintah menyelesaikan transformasi sektor pendidikan dengan membagi area-area utama agenda reformasi pendidikan Pemerintah, seperti membangun mekanisme pertanggungjawaban sosial, mendorong transparansi eksternal dan akses terhadap informasi, serta meningkatkan sistem monitoring dan evaluasi.

Kelestarian Lingkungan dan Mitigasi Bencana - Kelompok Bank Dunia bertujuan untuk membantu Indonesia menjadi model bagi negara-negara berkembang dalam beradaptasi dengan perubahan iklim.




Permanent URL for this page: http://go.worldbank.org/G79BESUFV0