Berinvestasi di Lembaga: Kesinambungan Rekonstruksi dan Pemulihan Ekonomi (Siaran Pers)

juga tersedia di: English


Kontak:
Nia Sarinastiti, MDF Communication and Coordination Officer,
Phone +62-21-52993235 (direct), cell +62-811-856-556
nsarinastiti@worldbank.org

Jakarta, 18 Desember 2008 -- Multi Donor Fund for Aceh and Nias melaporkan bahwa proses rekonstruksi telah mengalami kemajuan, danprioritas telah bergeser dari rekonstruksi darurat ke kesinambungan investasi rekonstruksi dan mempromosikan pembangunan ekonomi. Empat tahun setelah tsunami dan gempa bumi melanda Aceh dan Nias, hasil di lapangan menunjukkan bahwa pemulihan masyarakat, terutama perumahan, sudah mendekati tahap penyelesaian dan infrastruktur berskala besar yang diperlukan sedang dipenuhi. Untuk memastikan kesinambungannya, di tahun 2008 MDF memprioritaskan usahanya di dua area: (1) mendukung transisi dari BRR ke pemerintah daerah, dan (2) meningkatkan pembangunan ekonomi jangka panjang di Aceh dan Nias

“Investasi kami dalam lembaga tidak berhenti di BRR dan pemerintah tingkat provinsi, tapi juga mencapai tingkat akar rumput, yang mencakup penguatan kapasitas organisasi masyarakat sipil di Aceh dan Nias,” ujar Joachim van Amsberg, Ketua Bersama MDF dan Kepala Perwakilan Bank Dunia. “Di tingkat kabupaten, MDF menyediakan hibah untuk mengintegrasikan perencanaan dari bawah ke atas di 19 kabupaten yang mencakup pelatihan staf pemerintah, anggota masyarakat sipil, staf universitas dan perwakilan komunitas.”

Kemitraan yang kuat telah terjalin antara BRR dan MDF, berdasarkan rasa saling hormat, tujuan bersama dan pemahaman atas kompleksitas lingkungan rekonstruksi. Kemitraan ini sendiri merupakan aset strategis dari rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh dan Nias. Dengan BRR mengendalikan MDF, BRR memimpin arah menjabarkan prioritas untuk penggunaan yang strategis dan efektif atas dana MDF untuk mengisi kebutuhan dan kesenjangan kritis.

“ MDF membuka jalan bagi kami untuk menangani sejumlah proyek berskala besar dan menempatkan beberapa faktor penentu strategis yang kritis yang sebelumnya merupakan hal yang mustahil. Faktor-faktor penentu tersebut sangat penting secara strategis dalam mendasari penyampaian program untuk semua mitra pemulihan kita, ” ujar Ketua Bersama MDFdan Kepala BRR, Kuntoro Mangkusubroto. “ Dengan penutupan BRR, strategi transisi telah dijabarkan, dan sekarang pemenuhan strategi ini adalah tugas bagi MDF.”

Ketua Bersama Multi Donor Fund for Aceh and Nias dengan gembira mencatatkan bahwa suatu strategi sedang dikembangkan untuk BRR dalam mentransfer aset dan proyek rekonstruksi ke pemerintah daerah dan badan-badan terkait. Multi Donor Fund menyediakan bantuan bagi BRR serta Pemerintah Aceh dan Sumatra Utara untuk memastikan kelancaran transisi aset ini dan untuk memperkuat lembaga-lembaga agar dapat melanjutkan pembangunan wilayah yang berkeinambungan.

“Hal ini mencerminkan kesinambungan kemitraan yang diperlukan untuk mendapatkan penerapan program yang efektif dalam memastikan dampak jangka panjang,” ujar Ketua Bersama dan Charge d’ affaires Komisi Eropa, Pierre Philippe.

Multi Donor Fund telah meperluas operasinya sampai 2012, sehingga akan terus mendorong kesinambungan keberhasilan usaha rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah ini. Multi Donor Fund akan membina ikatan yang kuat dengan para mitra baru sekaligus mendorong misinya untuk meningkatkan kehidupan masyarakat Aceh dan Nias.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf , sebagai perwakilan pemerintah daerah, menyatakan bahwa penting bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan keterlibatan dengan masyarakat internasional untuk mempertahankan keberhasilan program pemulihan. “Peran mereka sangat penting, bukan hanya di sisi pembiayaan, tapi juga dalam meningkatkan kepemerintahan dan kapasitas, terutama dalam pengoperasian dan pemeliharaan aset fisik, sekaligus penyediaan bantuan dalam meningkatkan penghidupan masyarakat,” kata Irwandi.

Multi Donor Fund terhitung 30 September 2008 menerima komitmen senilai US$692 juta dari 15 donor berbeda dan US$472 juta dari dana tersebut telah diterima. Dana senilai US$515 juta telah dialokasikan ke 18 proyek.Tahun lalu, Komite Pengendali memberikan komitmen tambahan senilai US$99 juta untuk mendanai lima proposal proyek baru, dan dana US$14 juta sebagai tambahan untuk empat proyek berjalan. BRR berkomitmen untuk memberi kontribusi senilai US$236 juta dalam pendanaan bersama proyek dalam portofolio Multi Donor Fund. Dana senilai US$334 juta (65% dari dana yang dialokasikan) telah cair untuk 18 proyek yang tengah diimplementasikan. Setelah tanggal 30 September, MDF memberikan komitmen senilai US$3.9 juta untuk Proyek Transisi Pulau Nias dan tambahan senilai US$15 juta untuk Tahap 3 dari Program Pengelolaan Limbah Tsunami. Oleh karena itu, dana yang belum dialokasikan telah turun dari US$57 juta menjadi US$38 juta.

“Alokasi tepat waktu dari sisa dana MDF penting dalam memastikan bahwa proyek dapat diimplementasikan selama tiga tahun penuh dan diselesaikan pada tanggal penutupan MDF tahun 2012,” ujar Manajer MDF, Shamima Khan. “Tantangan kami adalah batas waktu ini, semua proyek MDF harus berusaha keras dalam memastikan adanya mekanisme, pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memastikan kesinambungan investasi yang telah ditanamkan di Aceh dan Nias.”

 


Multi Donor Fund for Aceh and Nias terdiri dari negara-negara donor dan badan-badan internasional: Komisi Eropa, Belanda, Inggris, Kanada, Bank Dunia, Swedia, Denmark, Norwegia, Jerman, Belgia, Finlandia, Asia Development Bank (ADB), Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Irlandia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.multidonorfund.org

 




Permanent URL for this page: http://go.worldbank.org/36XQ1GAEV0