Indonesia: Partisipasi Masyarakat Lokal Merupakan Elemen Utama Dalam Memberantas Kemiskinan di Pedesaan (Profil Proyek)

juga tersedia di: English

Last updated: Oct, 2009
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri - PNPM Mandiri Perdesaan (2008 - 2011)

Peningkatan kesejahteraan melalui penanggulangan kemiskinan dan pengurangan pengangguran merupakan prioritas utama pembangunan. Permasalahan kemiskinan dan pengangguran di Indonesia antara lain adalah:

  • Walaupun lebih rendah 2,21 juta jiwa dibandingkan tahun 2007, jumlah penduduk miskin di Indonesia masih sebesar 34,96 juta jiwa atau 15,42% dari jumlah penduduk Indonesia (BPS, Maret 2008).
  • Walaupun mengalami penurunan sebesar 1,12 juta jiwa dibandingkan tahun 2007, jumlah pengangguran di Indonesia masih sebesar 9,4 juta jiwa atau 8,46% dari total angkatan kerja di Indonesia (BPS, Februari 2008).
  • Akses ke layanan kesehatan, pendidikan, perumahan dan permukiman, infrastruktur, permodalan/kredit, dan informasi bagi masyarakat miskin masih terbatas.
  • Kawasan kumuh dan kantong-kantong kemiskinan di perkotaan masih luas.

PNPM Mandiri Perdesaan merupakan bagian inti dari PNPM Mandiri dan dikembangkan dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang diluncurkan tahun 1998.

Tujuan keseluruhan PNPM Mandiri Perdesaan adalah mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kepemerintahan tingkat daerah di area perdesaan Indonesia melalui penyediaan sumber daya investasi dalam mendukung proposal produktif yang dikembangkan oleh masyarakat, menggunakan proses perencanaan partisipatif.

Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang dialokasikan ke kecamatan berkisar antara IDR1-3 miliar, tergantung pada jumlah penduduk di kecamatan tersebut. Pemilihan kegiatan terbuka kecuali untuk hal-hal yang secara khusus dikecualikan melalui daftar negatif proyek. Dalam PNPM, pemerintah daerah dengan kapasitas fiskal yang lebih rendah menyediakan kontribusi 20% dari hibah kecamatan dan pemerintah daerah yang memiliki kapasitas fiskal yang lebih tinggi menyediakan kontribusi 50% dari anggaran mereka sendiri.

PRINSIP UTAMA
Partisipasi/Keikutsertaan
Partisipasi masyarakat ditekankan, terutama masyarakat miskin dan wanita. Partisipasi harus luas, melalui pengambilan keputusan yang dilakukan oleh semua warga desa.

Transparansi
PPK menekankan transparansi dan berbagi informasi di seluruh siklus proyek. Pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan harus terbuka dan dibagikan dengan masyarakat.

Daftar Kegiatan yang Terbuka
Warga desa dapat mengusulkan kegiatan apa pun, kecuali yang tertulis dalam daftar negatif.

Persaingan untuk Dana
Harus ada persaingan terbuka yang sehat antar warga untuk mendapatkan dana PPK.

Terdesentralisasi
Pengambilan keputusan dan pengelolaan dilakukan di tingkat daerah.

Sederhana
Tidak ada aturan yang rumit, hanya strategi dan metode sederhana.

     
 

Sampai tahun 2008, KDP/PNPM Mandiri Perdesaan telah mendanai lebih dari 180.067 kegiatan infrastruktur, ekonomi, dan sosial di Indonesia. Di bawah ini adalah gambaran daftar investasi:

  • 40.371 km jalan dibangun atau diperbaiki
  • 9.047 jembatan dibangun atau diperbaiki
  • 11.062 sistem irigasi dibangun
  • 10.451 unit pasokan air bersih dan 4.288 unit sanitasi dibangun
  • Untuk pendidikan telah dilakukan pembangunan dan perbaikan 6.732 sekolah; pengadaan peralatan sekolah, 118.791 beasiswa.
  • Untuk kesehatan telah dilakukan pembangunan dan perbaikan 4.902 unit dan pos kesehatan desa.
  • 71.726 juta hari orang kerja dihasilkan. Sampai sejauh ini, lebih dari 6,1 juta laki-laki dan perempuan telah berpartisipasi dalam proyek pembangunan infrastruktur PNPM Mandiri Perdesaan.
  • Jalan, jembatan, dan dermaga telah dibangun oleh PNPM Mandiri Perdesaan yang menciptakan usaha setempat baru, terutama layanan transportasi yang disediakan oleh penduduk setempat dan penduduk luar.
  • Lebih dari 1,68 juta orang telah mendirikan atau memperluas usaha kecil dengan dana dari kegiatan mikrokredit PNPM Mandiri Perdesaan.
  • Tingkat korupsi yang rendah - Audit independen atas pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan dan Perkotaan yang dilakukan oleh Moores Rowland menemukan bahwa kurang dari 1% subproyek desa dari kedua program yang menunjukkan penyimpangan.


Total dana yang di alokasikan sejak Tahun 1998 hingga 2008:
US $ 1.221.03 juta
dari pinjaman Bank Dunia dan US $ 179.11 juta berupa hibah dari:

  • Netherland (US $59.96 million)
  • Multi Donor Trust Fund (US $ 78.20 million)
  • Hibah Untuk Nias Islands Rehabilitation and Reconstruction Project (US $ 25.7 million)
  • Hibah Untuk Green Rural PNPM (US $ 9.8 million)
  • Hibah Untuk Smallholder Agribusiness Development Initiative (SADI) Project (US $ 4.4 million)
  • Dan Hibah untuk Konsultan (US $ 0.9 million).

Tahun 2009, PNPM Mandiri Perdesaan akan dilaksanakan di 4.371 kecamatan di 32 provinsi di seluruh Indonesia. Total anggaran negara untuk tahun 2009 adalah IDR6.987 triliun, termasuk kontribusi dari donor


For more information, please visit the Projects website.



Permanent URL for this page: http://go.worldbank.org/TAFQ6OM230