Konflik dan Pembangunan di Indonesia

juga tersedia di: English

www.worldbank.org/id/conflict

publication
CDD and Local Conflict: Part of the Problem or Part of a Solution? Delivering Assistance to Conflict Affected Communities

Understanding Violent Conflict in Indonesia

Pada saat ini Tim Konflik dan Pembangunan Bank Dunia di Indonesia sedang melakukan Studi Konflik Kekerasan di Indonesia (Violent Conflict in Indonesia Study - ViCIS). Studi ini dilakukan dengan cara memonitor surat kabar lokal untuk melacak insiden, bentuk dan dampak dari konflik kekerasan di tingkat lokal. Lihat Video Proyek


QUICKFACTS
Note: Letakkan mouse anda pada text untuk memberhentikan quickfact.


OVERVIEW

Pasca transisi kekuasaan pada tahun 1998 diiringi dengan konflik. Reformasi menuju demokratisasi dan desentralisasi di Indonesia melahirkan perebutan kekuasaan, identitas, dan sumber daya. Ketegangan-ketegangan yang dahulu teredam oleh kekuatan otoriter sekarang bermunculan. Tidak adanya mekanisme dan institusi yang efektif dalam mengelola konflik telah mengubah ketegangan-ketegangan ini menjadi kekerasan pada beberapa daerah.

Kerugian yang diderita sangatlah signifikan: ribuan korban jiwa, kerusakan properti, serta ketakutan dan keresahan didalam masyarakat. Keresahan juga telah mengakibatkan kemunduran ekonomi, penanggulangan, dan kemiskinan spiral pada beberapa wilayah di Indonesia. Walaupun tingkat kekerasan secara keseluruhan terlihat menyusut pada tahun-tahun belakangan ini namun kekerasan tetap ada dan potensinya untuk ter-eskalasi kembali bisa terjadi.

Setelah lebih dari satu dekade pemerintahan yang demokratis di Indonesia, sangatlah penting untuk menganalisa kekerasan yang telah terjadi, seperti mengerti bentuknya, dampaknya, sebabnya, serta menganalisa bentuk kekerasan pada saat ini dan mengevaluasi resiko peningkatannya di masa yang akan datang. Selain itu sangatlah penting untuk menentukan solusi mana yang berhasil dan mana yang kurang berhasil. Kemampuan untuk mengerti tren konflik pada masa lalu dan masa kini dapat memberikan pelajaran mengenai pendekatan manajemen konflik yang mampu membangun tanpa diiringi oleh kekerasan yang meluas.

Program Konflik dan pembangunan –bersama dengan para mitranya di kepemerintahan, CSO, dan agensi bantuan lainnya– bekerja sebagai penyedia bukti dan penganalisa, pemberi saran, dan pembiaya guna mendukung pembangunan yang damai di Indonesia. Berikut adalah tiga prinsip yang melandasi jalannya program:

  • Memahami dinamika konflik lokal guna membantu rancangan program yang efektif dan peka/sadar terhadap konteks lokal. Pentingnya konteks meliputi dua tingkat. Pertama, sebagai negara berpenghasilan-menengah dimana negara dan pasar masih befungsi, Indonesia memerlukan pendekatan manajemen konflik yang berbeda dibandingkan dengan negara-negara yang lemah/terpuruk. Kedua, karena umumnya faktor-faktor yang menentukan bentuk dan tingkatan konflik di Indonesia adalah lokal, maka intervensi yang secara spesifik disesuaikan dengan lingkup kekerasan lokal yang dominan dapat memengaruhi dampak tingkatan-tingkatan kekerasan yang signifikan secara menyeluruh.

  • Evaluasi intervensi secara intensif guna melihat mana intervensi yang berhasil. Evaluasi yang menggabungkan metodologi ilmu sosial standar internasional dengan pengetahuan yang mendalam perihal konteks lokal dapat menciptakan pembelajaran bagi aplikasi di Indonesia dan di negara-negara yang sedang menghadapi konflik.

  • Intervensi hanya dapat memberikan kontribusi bagi kelangsungan transisi pasca-konflik jika dibina pada tingkat pemerintahan, masyarakat, dan komunitas di wilayah yang terkena dampak konflik. Kemitraan dan membangun koalisi adalah kuncinya.
width="3" Kembali ke atas





KEY ISSUES

Mendukung pemulihan pasca-konflik pada daerah-daerah yang terkena dampak konflik
Semasa transisi otoritas, keamanan telah ditingkatkan secara luas di daerah yang terkena dampak kekerasan berintensitas tinggi, namun daerah-daerah ini tetap menghadapi beberapa tantangan-tantangan spesifik dibanding daerah-daerah lainnya di Indonesia. Kunci utama dalam menghadapi tantangan-tantangan ini adalah menjaga keamanan yang telah dicapai, karena resiko adanya penyebaran konflik berbentuk baru tetap ada. Masalah hukum yang timbul akibat konflik, termasuk didalamnya investigasi kasus-kasus kekerasan terdahulu, serta pemulihan hak properti, masih harus disikapi. Sebagian besar daerah pasca-konflik juga didera masalah kemiskinan yang tinggi dibanding wilayah lainnya. Langkah-langkah yang jelas dan komperhensif dibutuhkan guna mendukung pemulihan ekonomi.

Mengarusutamakan pembangunan yang peka akan konflik
Pembangunan peka konflik menanggapi konflik dan penyebabnya dalam menghadapi dinamika ekonomi dan dampak-dampak yang potensial menimbulkan konflik dalam upaya pembangunan. pengarusutamaan peka konflik sangatlah penting di Indonesia, tidak hanya terbatas pada area pasca konflik, tetapi juga dalam mengantisipasi dan mencegah interaksi yang tidak diinginkan antara pembangunan dan dinamika konflik. Kunci pengukur dan pelindung bagi proyek pembangunan dalam integrasinya dengan dinamika konflik termasuk: i) Memetakan dinamika konflik lokal dan resiko selama fase perencanaan proyek untuk mengantisipasi cara proyek berinteraksi dengan dinamika ini. ii) Memastikan proyek tidak merugikan dengan memastikan keikutsertaan masyarakat, menetapkan mekanisme penanganan keluhan yang jelas dan transparan, dan memastikan bahwa program berjalan secara semestinya dengan mengembangkan mekanisme yang kuat dalam sosialisasi, pengawasan, dan tindak lanjut. Pada wilayah dimana manajemen konflik merupakan prioritas, maka pelatihan penyelesaian konflik bagi para fasilitator dan memperkuat atau menetapkan mekanisme penyelesaian konflik lokal secara bottom-up juga bisa bermanfaat.

Mekanisme penyelesaian masalah yang imparsial dalam kompetisi sumber daya
Pengakuan atas sumber daya/wilayah/identitas lokal menjadi lingkup kontes politik yang signifikan di Indonesia. Pada masa pra-transisi demokrasi, pengakuan atas hak penduduk lokal tidak mendapatkan pengakuan yang besar, tetapi terbukanya lingkup politik pada dekade belakangan ini menjadikan banyak pihak menuntut hak-hak mereka, baik yang berkaitan dengan sumber daya, wilayah, atau identitas. Pada saat yang bersamaan, tingkat imigrasi yang intensif dan tekanan populasi telah melahirkan kompetisi antara penduduk lokal dengan kalangan imigran, yang mana mereka sama-sama termarjinalisasi. Pada banyak wilayah di Indonesia konflik kekerasan tercipta karena kompetisi atas hal-hal ini. Sangatlah genting untuk menciptakan mekanisme yang transparan dan merakyat guna menyelesaikan perselisihan yang seimbang/proporsional berkaitan dengan hak masyarakat lokal dengan masyarakat imigran. Mekanisme penyelesaian permasalahan yang imparsial merupakan kuncinya, baik melalui jalur formal maupun informal.

Badan Pemantau Konflik Nasional dengan intervensi berbasis bukti yang tepat waktu
Hasil analisa menunjukkan bahwa bentuk, intensitas, dan dampak dari konflik kekerasan di berbagai wilayah di Indonesia cenderung beragam. Sangatlah penting untuk mengerti dan meniti insiden-insiden konflik kekerasan dan faktor-faktor yang memengaruhi dinamika konflik ini dan jalurnya. Jika sudah didirikan, System Pemantau Konflik Nasional melalui intervensi berbasis bukti yang tepat waktu dapat membantu investigasi dan pencegahan konflik lokal berkembang menjadi konflik nasional.

Analisa kebijakan yang relevan yang dihasilkan oleh institusi nasional
Konflik yang mengiringi transisi kepemerintahan di Indonesia telah memicu aktivitas penelitian yang diperbaharui berkaitan dengan dinamika konflik dan kebijakan dalam penanggulangannya. Namun para ahli dibidang penanggulangan konflik (scholars) menghadapi beberapa hambatan dalam mengadakan penelitian kebijakan yang relevan secara intensif, antara lain karena: penelitian perdamaian dan konflik pada berbagai universitas tidak memiliki pijakan institusi; pendanaan bagi riset seringkali tidak mencukupi atau bahkan tidak ada sama sekali; akses yang minim dalam pelatihan riset membatasi cakupan dalam mendapatkan dan beradaptasi dengan praktik/pengalaman internasional. Seiring dengan berjalannya waktu, sangatlah penting bagi Indonesia untuk mengembangkan sektor riset konflik yang kokoh yang selanjutya dapat membantu dalam formulasi kebijakan melalui riset empiris.

width="3" Kembali ke atas



WORLD BANK PROGRAMS

Program Konflik dan pembangunan (Conflict and Development Program atau C&D) berdiri di Unit Pembangunan Sosial Bank Dunia, didirikan di Jakarta pada tahun 2002. C&D menyediakan model yang inovatif dalam mendukung CSO nasional dan pemerintah dalam mengembangkan pendekatan peka-konflik dalam menanggapi dinamika perubahan di Indonesia. Mitra kunci C&D didalam kepemerintahan adalah BAPPENAS, dan pada tingkatan lokal C&D juga bekerjasama dengan pemerintah propinsi Aceh. Program C&D memiliki 4 (empat) elemen inti yang berkaitan:

  • Kerja Analisa – Bertujuan untuk memberikan bukti-bukti empiris bagi pembangunan peka-konflik. Riset analisa program juga meliputi ‘Studi Konflik Kekerasan di Indonesia’ (Violent Conflict in Indonesia Study atau ViCIS), yang mempelajari peningkatan dan penurunan, serta tipe dan biaya konflik, memantau tren konflik, dan penilaian terhadap beragam jalur interaksi permasalahan antara proyek pembangunan dan dinamika konflik lokal.

  • Bantuan Teknis – Mendukung pemerintahan nasional dan lokal pada daerah konflik guna menanggapi konflik secara lebih efektif. Pekerjaan meliputi bantuan teknis kepada Bappenas dalam menjalankan pengulasan yang komperhensif terhadap Instrumen Pengelola Konflik Indonesia, dukungan pada tingkat kepemerintahan nasional dan propinsi dalam integrasi kepekaan konflik, dan pemberian saran kepada kepemerintahan Aceh berkaitan dengan penggunaan dana otonomi khusus peka-konflik.

  • Kerja Operasional – Program awal dan percobaan (‘pilots and tests’) pencegahan konflik dan pendekatan manajemen dalam menilai efektifitas dan kecocokannya untuk diperluas. Pelaksanaannya menyertakan proyek Pemerintah Indonesia seperti PNPM-Rural (Desa) dan PNPM-SPADA, dan juga program-program pembangunan lainnya.

  • Membangun Kapasitas – Memastikan kelangsungan pendekatan berbasis empiris bagi pembangunan peka-konflik. Program memiliki strategi pembangunan kapasitas yang aktif, yang mana meningkatkan kemampuan dari pemerintah, CSO, dan organisasi riset pada saat berhadapan dengan isu-isu konflik dan pembangunan. Segala aktifitas akan dievaluasi, dan pembelajaran (‘lesson learned’) akan disebarkan didalam dan diluar Indonesia. Program ini sekarang sedang memberikan bantuan kepada Universitas Syiah Kuala di Aceh dengan nama “Pusat Studi Perdamaian dan Resolusi Konflik”. Sebagai tambahan, program ini sedang menyelami kemitraan untuk transfer elemen-elemen yang berkaitan dengan tugas penganalisaannya kepada institusi-institusi nasional.

C&D juga telah mendirikan 4 (empat) portal mini yang mengandung informasi tentang aspek-aspek spesifik yang berkaitan dengan program dan kemitraannya dengan pemerintahan lokal dan nasional:

  1. Portal Aceh – Informasi dan publikasi berkaitan dengan aktivitas C&D di Aceh.

  2. Portal BRA (Badan Reintegrasi Damai Aceh) – Mengandung informasi dan publikasi perihal Perdamaian dan Re-integrasi bagi Aceh, FORBES - Forum Bersama untuk Mendukung Perdamaian di Aceh, dan proyek BRA KDP (Kecamatan Development Program) dimana BRA menyediakan bantuan berbasis komunitas bagi korban di Aceh.

  3. Portal MSR (Multi-Stakeholder Review) – Informasi dan publikasi MSR perihal program pasca konflik di Aceh.

  4. Portal PCF (Post Conflict Fund) – Mengandung informasi dan publikasi proyek Dukungan Pasca Konflik di Indonesia yang di implementasikan oleh C&D mewakili Bappenas dan didanai oleh Post Conflict Fund (PCF).
width="3" Kembali ke atas

Related Publications
Program Evaluation
Conflict Mapping
Conflict Case Studies
Conflict, Governance and Political Change
Regional Case Studies
Theoretical and Conceptual Papers
Methodology Papers
» More Reports

World Bank Partners in Conflict & Development Program
Ministry of Home Affairs
BAPPENAS
TAF (The Asia Foundation) Indonesia
Search Common Ground Indonesia
IOM (International Organization of Migration)


Conflict & Development Website & Mini portal







Permanent URL for this page: http://go.worldbank.org/56YREP8VA0