Sejak tahun 2004, dukungan Bank Dunia untuk Indonesia telah bergeser ke dukungan terhadap agenda kebijakan yang dimiliki dan dipimpin oleh Indonesia sendiri, konsisten dengan status Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mendukung kebijakan untuk isu yang sedang muncul seperti pendidikan, lingkungan hidup, pengurangan subsidi bahan bakar, serta bantuan langsung tunai bersyarat dan tanpa syarat. Bank Dunia memiliki posisi yang baik untuk memberikan saran kepada pemerintah mengenai beberapa hal, yang semakin menguatkan hubungan dan reputasinya dengan pemerintah sebagai mitra yang andal dalam hal kebijakan. Sama pentingnya adalah pandangan ke depan Bank Dunia dalam mengidentifikasi masalah yang harus menjadi fokus sebelum menjadi tantangan, serta fleksibilitas Bank Dunia dalam menanggapi secara cepat permintaan dan kebutuhan pemerintah. Pada tahun 2008, Kelompok Bank Dunia telah mengesahkan Country Partnership Strategi (CPS) untuk Indonesia. Strategi ini dikembangkan dengan kerjasama berbagai pihak, dan akan memandu program-program Kelompok Bank Dunia untuk tahun fiskal 2009-2012. CPS yang sekarang memberi fokus investasi pada institusi. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan program pemerintah yang sekarang ada, memperkuat institusi yang terlibat (pemerintah dan non-pemerintah), serta mendoring pihak-pihak lain untuk mereplikasinya. Dukungan melalui pendekatan ini dilihat dari “lensa institusional” – yang berarti dukungan investasi, nasihat, dan analisis difokuskan pada institusi, sektor, sistem dan program yang membantu meningkatkan efektivitas institusi. Kelompok Bank Dunia mendukung institusi dan sistem di pusat maupun di daerah dalam lima bidang kerja berikut: - Pengembangan sektor swasta
- Infrastruktur
- Pembangunan komunitas dan perlindungan sosial
- Pendidikan
- Keberlanjutan lingkungan hidup dan mitigasi bencana
Portfolio pinjaman Bank Dunia bagi Indonesia terdiri dari 77 proyek aktif (September 2011). Komitmen total bernilai $6,77 milyar yang digunakan untuk jalan, energi, pendidikan, kesehatan, irigasi, dan pembangunan desa. Selain itu, Bank Dunia juga mengawasi 11 proyek yang didanai melalui Aceh and Nias, dan the Java Multi-Donor Trust Funds. Keterlibatan Kelompok Bank Dunia Saat ini International Finance Corporation (IFC) memiliki portfolio sebesar US$960 juta di berbagai sektor yang digunakan untuk layanan keuangan, agribisnis, dan manufaktur. IFC telah membantu meningkatkan iklim usaha melalui kerjasama dengan pemerintah daerah dalam hal perizindan dan reformasi regulasi lainnya. Melalui Program Advisory, IFC telah meningkatkan kapasitas bank daerah dan institusi keuangan mikro, yang sekarang diperkuat dengan investasi. IFC telah bekerja dengan enam koperasi perempuan, 153 kelompok petani, serta bank-bank lokal di Bali dan Jawa Timur. IFC juga memberi kontribusi pada terbentuknya institusi keuangan mikro wholesale yang pertama. Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA) terus menggunakan jasa online untuk membantu Indonesia menarik investasi langsung asing dengan membuat profil peluang investasi yang berpotensi. Sementara itu, Bank Dunia berperan mendukung desentralisasi melalui manajemen dan administrasi lembaga multi donor Decentralization Support Facility. |