Pendidikan, Pelatihan, dan Hasil Bursa Tenaga Kerja bagi Remaja di Indonesia (Laporan)

juga tersedia di: English

Laporan ini menganalisa tren bursa tenaga kerja di Indonesia, memberikan gambaran umum transisi ke pekerjaan bagi remaja di Indonesia serta menelusuri potensi penyebab kesulitan dan konsekuensi yang dihadapi oleh sektor pendidikan, terutama karena kaitannya dengan pendidikan menengah dan sistem pelatihan

TEMUAN KUNCI LAPORAN

26 Oktober, 2010

Transisi dari sekolah ke dunia kerja merupakan sesuatu yang sulit bagi semua remaja

  • Separuh dari murid-murid yang memulai sekolah dasar berhenti sekolah sebelum menyelesaikan sekolah menengah – dan lebih besar lagi bagi murid-murid di daerah perdesaan dan bagi masyarakat miskin
  • Bagi mereka yang putus sekolah cenderung mendapatkan pekerjaan buruk (pekerjaan tanpa bayaran atau wiraswasta)
  • Lulusan sekolah menengah dihadapkan dengan kesulitan mencari pekerjaan dan akses terhadap pekerjaan berupah
  • Ketersediaan pekerjaan “dengan keterampilan” tidak sesuai dengan pertumbuhan pencapaian pendidikan, sedangkan pekerjaan non-pertanian semakin penting dalam perekonomian
  • Pekerjaan dan tren gaji merujuk pada produktivitas rendah, terutama bagi lulusan sekolah menengah (termasuk kedalam pekerja terampil tingkat rendah)

Dan alasan-alasan yang mengakibatkan keterampilan yang kurang memadai:

  • Pemberi pekerjaan menilai kualitas dari 25 persen lulusan sekolah menengah buruk
  • Keterampilan kognitif sangat rendah bagi sebagian besar populasi
  • Dan ada kesenjangan besar dalam keterampilan umum (perilaku, pemecahan masalah, dan berpikir)
  • Dan apabila keterampilan kognitif, umum, dan kejuruan sangat rendah bagi lulusan sekolah menengah, cukup adil apabila kita menganggap bahwa keterampilan ini lebih rendah lagi bagi mereka yang tidak lulus sekolah.

Sistem pelatihan memegang peranan penting dalam mengkompensasi dan meningkatkan keterampilan, namun pada saat ini terfokus dalam pelajaran dasar, yang berguna bagi mereka yang berpendidikan dan berpenghasilan lebih tinggi.


REKOMENDASI
  • Cara terbaik untuk meningkatkan outcome pasar tenaga kerja bagi remaja adalah dengan mencegah putus sekolah dini

  • Perlu meningkatkan keterampilan kognitif para siswa sebelum mereka mencapai pendidikan menengah

  • Ada bukti kuat yang membantah ekspansi berbasis persediaan untuk sekolah kejuruan. Seharusnya lebih memfokuskan pada kualitas instruksi, memperluas basis keterampilan dan meningkatkan kualitas, menjelajahi mode-mode alternatif untuk menyampaikan pendidikan kejuruan, dan meningkatkan hubungan dengan sektor swasta.

  • Meningkatkan kapasitas sistem pelatihan non-formal untuk mengimbangi kurangnya keterampilan dan menyediakan cara yang sesuai untuk melatih pekerja tanpa keterampilan dan melatih kembali, serta meningkatkan keterampilan bagi pekerja berpendidikan tinggi.

  • Program kewirausahaan dapat menjadi cara yang baik untuk meningkatkan prospek pendapatan, namun mereka bukan pengganti dari penyediaan keterampilan yang memadai dan relevan untuk bursa tenaga kerja
 
Download:
English Version
Education, Training and Labor Market Outcomes for Youth in Indonesia

Bank Dunia & Pendidikan di Indonesia


For journalists

Hubungi:
Di Jakarta:
Gedisiri Suhartono
(62-21) 5299-3114
gsuhartono1@worldbank.org




Permanent URL for this page: http://go.worldbank.org/QEWY4NZTF0