Pembangunan Berbasis Masyarakat di Indonesia

juga tersedia di: English

www.worldbank.org/id/pnpm
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) adalah program utama pemerintah bagi pembangunan berbasis masyarakat yang didukung oleh Bank Dunia di Indonesia.

publication

Indonesia's PNPM generasi program : final impact evaluation report
Download the report
Village capacity in maintaining infrastructure : evidence from rural Indonesia
Download the report
PNPM Generasi Newsletter (7th edition)
Download
The Rehabilitation and Reconstruction of Nias Island
Download the report
PNPM Rural Planning and Block Grant Cycle How It Works
Download the report
PNPM Generasi Sehat Dan Cerdas: Upayakan Pemerataan Pendidikan bagi Masyarakat Tidak Mampu di Indonesia. Read more
Indonesia: Irigasi yang Lebih Baik, Tingkatkan Hasil Panen dan Hubungan antar Warga. Read more
Telah Ditandatangani Sebuah Perjanjian Untuk Membantu Kalangan Terpingirkan Indonesia. Read more
Indonesia and Afghanistan share lessons on Community-Driven Development Program. Read more


QUICKFACTS

PNPM: Output (data 2011)

Area Data
PNPM Rural
  • km of farm/rural roads built: 68,821
  • clean water systems built: 29,701
  • school buildings built or rehabilitated: 21,855
capaian lainnya
PNPM Urban
  • houses rehabilitated for the poorest: 126,800
  • solid waste units and sanitation facilities built: 164,800
  • health facilities builtL: 9,450
capaian lainnya
PNPM P2DTK
  • km of rural roads built : 1,283
  • Numbe of persons benefiting from legal aid case handling assistance: 69,800
  • public toilets and washing facilities built : 5,490
capaian lainnya


OVERVIEW


PNPM Mandiri adalah program utama pemerintah bagi pembangunan berbasis masyarakat. Tujuan utama PNPM adalah mengurangi kemiskinan di seluruh provinsi di Indonesia melalui proses perencanaan masyarakat yang menghasilkan lapangan kerja dan berinvestasi pada proyek infrastruktur berskala kecil yang meningkatkan pembangunan desa individual dan kawasan perkotaan. Sejak 1998, Bank Dunia telah mendukung PNPM dan program-program terdahulu melalui kombinasi pinjaman dan bantuan teknis.

PNPM Mandiri adalah program nasional yang menjadi pusat upaya Pemerintah Indonesia untuk mengurangi kemiskinan. Program tersebut secara resmi diluncurkan pada tahun 2007 dan telah meningkatkan berbagai inisiatif yang ada secara drastis. PNPM Perdesaan yang dimulai pada 1998 sebagai Program Pembangunan Kecamatan (PPK/KDP), dan PNPM Perkotaan yang dimulai pada 1999 sebagai Program Kemiskinan Perkotaan (UPP), merupakan dua komponen terbesar program ini. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial kaum miskin dan memperluas kesempatan kerja mereka melalui konsultasi masyarakat, pemberdayaan, dan pembangunan kapasitas pada tingkat lokal. PNPM Mandiri saat ini aktif di lebih dari 6.000 kecamatan dan 70.000 masyarakat di 33 provinsi di Indonesia. PNPM secara garis besar merupakan sebuah “laboratorium” yang memberikan pelajaran dan praktik inovatif mengenai perencanaan masyarakat, pembangunan kapasitas, dan penargetan lebih banyak kelompok marjinal. Program ini juga merupakan salah satu yang paling banyak dipelajari dengan lebih dari 70 evaluasi yang telah disiapkan mengenai berbagai aspek program.

width="3" Back to top


KEY ELEMENTS & ACTIVITIES

Berbagai komponen kegiatan ini adalah elemen kunci yang harus ada di dalam tiap program
PNPM Mandiri:
  • Pembangunan Masyarakat
    Terdiri atas rangkaian kegiatan untuk membangun kesadaran kritis; memetakan potensi, masalah, dan kebutuhan masyarakat; dan menjalankan perencanaan partisipatif, pengorganisasian komunitas, mobilisasi sumber daya, pengawasan, dan pemeliharaan hasil pembangunan.
  • Hibah Masyarakat
    Hibah Masyarakat terdiri atas dana yang disediakan bagi masyarakat guna membiayai kegiatan yang dimaksudkan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat, terutama kesejahteraan kaum miskin.
  • Penguatan Pemerintah Setempat dan Kemitraan
    Terdiri atas serangkaian kegiatan untuk memperkuat kapasitas pemerintah setempat dan mitra/pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan yang positif, kondusif, dan sinergis bagi masyarakat, terutama bagi kaum miskin, yang diperlukan demi mencapai standar hidup layak. Berbagai kegiatan dalam komponen ini meliputi seminar, pelatihan, lokakarya, kunjungan lapangan, dll.
  • Dukungan Teknis untuk Manajemen dan Pengembangan Program
    Terdiri atas kegiatan yang mendukung pemerintahan dan pemangku kepentingan lainnya dalam manajemen kegiatan proyek, kendali mutu, kegiatan studi dan evaluasi, dan pengembangan dan perbaikan program.

Kegiatan PNPM Mandiri dipilih dari daftar kegiatan yang berhubungan dengan pengurangan kemiskinan, yang diajukan dan disetujui oleh masyarakat. Contoh kegiatan termasuk:

  • Pembangunan infrastruktur sosial dan ekonomi dasar dan perbaikan (melalui metode padat karya), seperti jalan, jembatan, fasilitas air, dan sanitasi.
  • Penyediaan sumber daya modal dan finansial melalui dana bergulir dan kredit mikro bagi kaum miskin guna mengembangkan ekonomi setempat.
  • Kegiatan khusus yang berhubungan dengan perbaikan mutu sumber daya manusia, terutama ditujukan untuk mempercepat Sasaran Pembangunan Milenium (MDG) dalam target kesehatan dan pendidikan.
  • Peningkatanan kapasitas masyarakat dan pemerintah setempat melalui pelatihan dan diseminasi informasi untuk pengembangan keterampilan usaha dan praktik tata kelola pemerintahan di tingkat lokal.



WORLD BANK SUPPORT


Bank Dunia mendukung tiga program dalam PNPM Mandiri:

  • PNPM Perdesaan
  • PNPM Perkotaan, dan
  • PNPM Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK).

Dukungan diberikan dalam bentuk pinjaman bernilai signifikan, bantuan dukungan teknis yang terus berjalan, terutama di bidang pemantauan dan evaluasi, pengawasan, program uji coba untuk menguji pendekatan baru, manajemen keuangan, bimbingan kebijakan, dan koordinasi dukungan donor. Sebagian besar dukungan ini berasal dari Fasilitas Dukungan PNPM, sebuah unit yang dikelola Bank Dunia, yang mendukung keseluruhan implementasi manajemen dan teknis PNPM.








Permanent URL for this page: http://go.worldbank.org/ACM0X4QJG0