Laporan Pembangunan Dunia : Kesetaraan Gender Di Indonesia Mengalami Peningkatan (Siaran Pers)

juga tersedia di: English

Kantor Bank Dunia Jakarta
Gedung Bursa Efek Indonesia
Menara 2, Lantai 12 (62-21-5299-3000)

Kontak
:
Di Jakarta:Randy Salim: (62-21) 5299-3259
rsalim1@worldbank.org



Jakarta, September 20, 2011
– Sebuah laporan utama baru dari Bank Dunia menyebutkan bahwa kesetaraan gender yang lebih tinggi bisa meningkatkan produktifitas, meningkatkan hasil-hasil pembangunan untuk generasi mendatang, dan membuat kelembagaan menjadi representatif. Laporan Pembangunan Dunia 2012: Kesetaraan Gender Dan Pembangunan mengatakan Indonesia – seperti kebanyakan Negara Berkembang lainnya – telah mencapai kemajuan penting dalam peningkatan kesehatan untuk para perempuan dan anak-anak perempuan, dan juga telah mampu meningkatkan akses terhadap keuangan dan keadilan. Meski demikian, masih ada area yang dapat ditingkatkan. Dalam hal aktifitas ekonomi, misalnya, usaha-usaha yang dimiliki oleh perempuan di pedesaan Indonesia masih kurang menguntungkan dibanding dengan yang dimiliki oleh para laki-laki.  Pendidikan, kepemilikan aset, akses ke kesempatan ekonomi dan kesempatan memperoleh pendapatan adalah hal-hal kunci untuk meningkatkan kesejahteraan para perempuan dan keluarga mereka.

Laporan Pembangunan Dunia 2012 mengutip beberapa contoh bagaimana Negara-negara bisa memperoleh hasil dari mengatasi kesenjangan antara laki-laki dan perempuan:

  • Memastikan kesetaraan akses dan perlakuan terhadap para petani perempuan akan meningkatkan panen jagung sebanyak 11 sampai16 persen di Malawi dan 17 persen di Ghana.
  • Meningkatkan hak kepemilikan para perempuan di Burkina Faso meningkatkan total produksi pertanian sebanyak sekitar 6 persen, dengan tanpa tambahan berbagai sumber daya— hanya dengan melakukan realokasi sumber daya seperti misalnya pupuk dan tenaga kerja dari laki-laki ke perempuan.
  • Organisasi Pangan dan Pertanian memperkirakan bahwa akses yang setara ke sumber daya untuk para petani perempuan akan meningkatkan hasil pertanian di Negara berkembang sebanyak 2,5 sampai 4 persen.
  • Pengurangan rintangan-rintangan yang menghambat para perempuan dari bekerja di jenis pekerjaan atau sektor tertentu memiliki efek-efek positif yang serupa, mengurangi kesenjangan produktifitas antara para pekerja laki-laki dan perempuan sebanyak sepertiga sampai setengah dan meningkatan hasil per pekerja sebanyak 3 sampai 25 persen di berbagai Negara.

“Kita perlu mencapai kesetaraan gender,” kata Presiden Grup Bank Dunia Robert B. Zoellick.  “Selama lebih dari lima tahun terakhir, Grup Bank Dunia telah menyediakan $65 milyar untuk mendukung pendidikan anak-anak perempuan, kesehatan para perempuan, dan akses para perempuan terhadap kredit, tanah, layanan-layanan pertanian, pekerjaan, dan infrastruktur. Ini telah menjadi pekerjaan penting, tetapi ini tidak cukup atau cukup utama untuk apa yang kita lakukan.  Ke depannya, Grup Bank Dunia akan mengarusutamakan pekerjaan gender kita dan mencari berbagai jalan lainnya untuk mengedepankan agenda untuk menangkap keseluruhan potensi dari separuh dari populasi dunia.”

Laporan Pembangunan Dunia 2012 mengundang aksi di empat area: 1) mengatasi isu-isu sumber daya manusia, seperti kematian awal dari para anak perempuan dan perempuan dan kesenjangan gender di pendidikan dimana kesenjangan bertahan; 2) menutup kesenjangan-kesenjangan pendapatan dan produktifitas antara perempuan dan laki-laki; 3) memberikan para perempuan lebih banyak suara di dalam rumah tangga dan masyarakat; dan 4) membatasi pengabadian ketidaksetaraan gender lintas generasi.  

“Kesetaraan gender di Indonesia telah meningkat secara signifikan selama lebih dari dua dekade terakhir. Tingkat harapan hidup perempuan adalah 73 – lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 71. Lebih banyak perempuan menjadi pengusaha terimakasih kepada bantuan-bantuan inovatif kredit mikro. Lebih banyak perempuan juga menjadi lebih sadar akan hak-hak hukum mereka dikarenakan pelatihan-pelatihan paralegal di pedesaan,” kata Stefan Koeberle, Direktur Bank Dunia untuk Indonesia. “Meski demikian, ada beberapa area untuk peningkatan seperti misalnya partisipasi tenaga kerja,  kematian ibu melahirkan, representasi politik, akses ke institusi keuangan formal dan juga perencanaan dan peranggaran pembangunan.  Bank Dunia telah bekerja secara aktif dengan pemerintah Indonesia dalam program-program untuk meningkatkan keadilan gender di beberapa dari area-area tersebut.”




Permanent URL for this page: http://go.worldbank.org/Y2JSBUI6T0