21 April 2009
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia kini memiliki pusat Indonesia Development Information Services (IDIS) baru, dimana penggunanya dapat mengakses berbagai macam publikasi dan informasi proyek Bank Dunia baik dalam bentuk cetak maupun digital. Pusat IDIS ini juga dilengkapi dengan sejumlah perangkat komputer baru, termasuk satu unit komputer khusus bagi pengguna tunanetra. Pusat IDIS baru ini diresmikan dalam sebuah upacara untuk merayakan ulang tahun Miriam Budiarjo Resource Center ke-empat, serta Dies Natalis FISIP UI ke-empat-puluh-satu.
Dalam pidatonya diacara pembukaan tersebut, Senior Governance Adviser untuk Indonesia Douglas Ramage menegaskan pentingnya dunia kampus
bagi Bank Dunia, terutama dalam menjalankan mandatnya sebagai sebuah "bank pengetahuan". "Dalam dunia pembangunan, Bank Dunia bukanlah
lembaga Maha Tahu. Justru sebaliknya – kami adalah lembaga yang senantiasa ingin belajar dan harus belajar. Sebab yang sering kali kami lakukan adalah berusaha membantu memecahkan persoalan-persoalan paling rumit dalam pembangunan suatu negara," ujar Douglas, yang memiliki lima belas tahun pengalaman dalam pembangunan Indonesia. "Karena itulah link dengan dunia kampus menjadi sangat penting bagi kami. Karena dari kampuslah kami membangun dialog tentang berbagai aspek pembangunan.. menggali pemikiran seluruh komponen fakultas, baik mahasiswa maupun dosen.. dan juga menyediakan informasi sebanyak-banyaknya pada kalangan mahasiswa, agar mereka bisa memetik ilmu ini dan mengolahnya menjadi metode-metode pembangunan untuk generasi mendatang."
|