Click here for search results
Online Media Briefing Cntr
Embargoed news for accredited journalists only.
Login / Register

Proyek Mitigasi Banjir Jakarta (JUFMP)/Proyek Pengerukan Darurat Jakarta (JEDI)

Available in: English

Merehabilitasi saluran air untuk memperbaiki sistem manajemen banjir di Jakarta


Ikhtisar

Bencana banjir bukan merupakan hal yang asing di Jakarta dan selama satu dekade terakhir, kondisinya memburuk. Banjir besar terakhir pada tahun 2007 berdampak kepada lebih dari 2,6 juta orang, dan membuat 340.000 orang harus mengungsi dari tempat tinggalnya. Pada tahun itu 70 orang meninggal dan lebih dari 200.000 orang terkena penyakit akibat banjir. Kerugian ekonomi dan finansial yang diderita diperkirakan mencapai US$ 900 juta. Saat ini, setiap kali terjadi hujan lebat semakin banyak genangan yang timbul. Untuk memperbaiki sistem manajemen banjir di Jakarta, proyek ini akan mengeruk beberapa banjir kanal, kanal, dan waduk untuk memperbaiki kapasitas aliran air dan membuang materi kerukan ke fasilitas pembuangan tertutup.



Tantangan

Tiga belas sungai utama mengalir ke Laut Jawa melalui kota Jakarta. Sungai-sungai tersebut bersama sejumlah saluran drainase membentuk sistem drainase makro di Jakarta. Kurangnya perawatan dan manajemen limbah mengakibatkan terkumpulnya sedimen dan limbah padat di saluran-saluran air tersebut. Selain itu, urbanisasi yang tinggi juga menjadi salah satu penyebab utama banjir di Jakarta. Pembangunan gedung dan pemukiman illegal di daerah-daerah resapan air menghambat aliran air hujan dan mengurangi kemampuan lingkungan untuk menyerap air hujan, baik di dalam kota maupun di daerah-daerah hulu resapan. Banjir di Jakarta diperkirakan akan lebih sering terjadi di tahun-tahun mendatang, dan berubah dari yang sebelumnya merupakan proses alami yang lambat menjadi lebih sering dengan proses yang lebih cepat, menyebabkan kerugian sosio-ekonomi yang sangat parah.


Pendekatan

Proyek ini terdiri dari dua komponen:

  • Pengerukan dan rehabilitasi 11 kanal dan saluran banjir, serta empat waduk yang menjadi prioritas sistem manajemen banjir Jakarta. Semuanya perlu segera direhabilitasi untuk mengembalikan kapasitas aliran air. Materi yang dikeruk akan dikirim dan dibuang ke tempat pembuangan yang sesuai. Bila diperlukan, peralatan mekanis (seperti pompa dan pintu air) akan diganti atau diperbaiki.
  • Bantuan teknis dalam hal manajemen proyek, perlindungan sosial dan lingkungan hidup, serta peningkatan kapasitas. Komponen ini akan membantu manajemen kontrak, pengkajian rancangan teknis, supervisi konstruksi teknis untuk pengerukan, kerja rehabilitasi, dan bantuan teknis. Bantuan teknis juga mencakup bantuan untuk memperbaiki koordinasi institusional untuk operasional dan perawatan dari sistem manajemen banjir Jakarta serta pembentukan sistem Manajemen Informasi Banjir


Lokasi

Lima belas saluran banjir, kanal, dan daerah resapan air di Jakarta akan diikutsertakan dalam proyek ini (klik untuk lihat peta lebih rinci)




Kontribusi Bank Dunia

Untuk proyek ini the Bank for Reconstruction and Development akan memberi kontribusi sebebsar US$139,64 juta dan US$0,50 juta hibah bilateral, dan pemerintah Indonesia akan berkontribusi sebesar US$49,71 juta.

Di Masa Depan

Proyek ini akan diimplementasikan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Diharapkan dimulai pada bulan Mei 2012 dan selesai pada Maret 2017.


For more information, please visit the Projects website.

Related News

Membangun Simpul Jaringan Pengetahuan AntarNegara Berkembang
Akses Universal untuk Energi Modern di Asia Timur dan Pasifik Dalam Jangkauan
Bank Dunia Mendukung Program Peningkatan Kualitas Guru Indonesia melalui program senilai US$86 Juta



Permanent URL for this page: http://go.worldbank.org/3TIPC4QW90