Contacts: Jakarta: Prabha Chandran, (62 21) 5299-3084 pchandran@worldbank.org Wiwiek Sonda, (62 21) 5299- 3146 wsonda@worldbank.org Jakarta, 30 Mei, 2006: Presiden Bank Dunia, Paul Wolfowitz, telah menjanjikan dukungan penuh dari Kelompok Bank Dunia dalam rekonstruksi paska-bencana gempa bumi yang sangat dahsyat di Yogyakarta. Sementara laju upaya bantuan kemanusiaan terus meningkat, Bank Dunia akan fokus untuk segera membantu Pemerintah Indonesia dalam persiapan penilaian menyeluruh mengenai kerusakan dan kerugian gempa bumi untuk menetapkan kebutuhan secara keseluruhan untuk fase rehabilitasi dan rekonstruksi mendatang. Pemerintah bertujuan untuk mempersiapkan sebuah laporan pada pertengahan Juni ketika Consultative Group for Indonesia akan mengadakan rapat tahunannya antara Pemerintah dan mitra donor. Kemarin, Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia bersama-sama mengetuai rapat dengan lebih dari 100 negara donor untuk memulai koordinasi fase rekonstruksi. Saat ini pembahasan sedang berlanjut untuk tugas besar dalam memperbaiki infrastruktur yang vital dan pembangunan kembali perumahan. Untuk memastikan penyampaian yang paling cepat dan efektif atas bantuan ini, Pemerintah dan Bank Dunia saat ini sedang membahas cara untuk mengalokasikan kembali sumber-sumber proyek-proyek yang sekarang ada dengan jaringan yang sudah tersedia di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Melalui proyek-proyek berbasis komunitas seperti Program Pengembangan Kecamatan dan Program Kemiskinan Perkotaan, telah ada sebanyak 500 fasilitator profesional di lapangan yang dapat digerakkan untuk bekerja sama dengan komunitas untuk menyalurkan bantuan dengan cara yang transparan dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan prioritas tinggi, seperti perumahan dan infrastruktur setempat. “Komunitas setempat di Yogyakarta dan Jawa Tengah merupakan yang terkuat di Indonesia, meskipun setelah terjadi tragedi yang dahsyat ini,” tutur Direktur untuk Indonesia, Andrew Steer. “Kami akan bekerja untuk memastikan bahwa dana akan diterima mereka sampai ke tangan masing-masing secara cepat dan efisien agar mereka dapat menangani pemulihan mereka sendiri”. Upaya untuk restrukurisasi dan refokus terhadap program-program yang sudah ada untuk mendukung pengadaan layanan kesehatan propinsi, infrastruktur komunitas dan penyediaan air bagi pedesaan sedang dilaksanakan, yang mana mana Bank Dunia akan merealokasi $50-60 juta untuk rekonstruksi di Yogyakarta. Sumber-sumber pendanaan lainnya termasuk hibah sedang dalam pembahasan aktif terutama dalam hal pembangunan perumahan. “Kami akan melakukan upaya terbaik untuk memastikan bahwa tersedia cukup dana untuk pemulihan dan rekonstruksi,” tutur Steer,” namun tantangannya adalah dalam mengupayakan mekanisme untuk memanfaatkan sebaik-baiknya seluruh kemampuan bakat dan pengalaman yang sudah ada di wilayah yang bersejarah dan penting ini.” |