Contacts: In Washington: Mohamad Al-Arief (202) 458 5964 malarief@worldbank.org; In Jakarta: Prabha Chandran 62 2152998034 malarief@worldbank.org Washington& Jakarta, 19 Desember, 2006 - Dewan Bank Dunia kemarin menyetujui US$600 juta program bantuan pembangunan untuk Pemerintah Indonesia guna memperdalam reformasi dalam empat bidang utama: stabilitas dan kredibilitas makro-ekonomi, pengelolaan dan tata kelola keuangan publik, iklim investasi dan layanan bagi orang miskin. Program tersebut membawa Bank Pembangunan Asia, Pemerintah Jepang dan Bank Dunia ke pijakan yang sama untuk mendukung agenda reformasi Indonesia. “Indonesia telah memperlihatkan komitmen yang kuat untuk memulihkan dasar-dasar ekonomi yang sehat. Tantangannya saat ini adalah untuk mendorong investasi yang akan menghasilkan pertumbuhan dan menciptakan pekerjaan untuk memenuhi kebutuan dari yang paling rentan, agar ditangani dengan memadai,” tutur Andrew Steer, Direktur Bank Dunia untuk Indonesia. “Keputusan Pemerintah tahun lalu untuk merealokasikan US$1.5 milyar dalam subsidi bahan bakar ke program yang memberi manfaat kepada orang miskin merupakan langkah yang sangat positif.” Sebagai bagian dari program bantuan pembangunan, Bank Dunia telah mendukung evaluasi mandiri terhadap program-program ini untuk meningkatkan sasaran, metodologi dan mekanisme penyampaian. “Upaya demikian telah mempersiapkan dasar bagi sebuah program yang diperluas untuk meningkatkan penyampaian layanan bagi yang miskin, termasuk meningkatkan kinerja para guru dan mendukung ekspansi Pemerintah dalam program berbasis komunitas secara nasional.” Reformasi tersebut telah membuahkan hasil yang nyata, tutur William Wallace, Kepala Ekonom Bank Dunia di Indonesia. “Pertumbuhan sedang meningkat, sektor keuangan sedang diversifikasi, pita merah yang menghambat usaha sedang diperpendek, pemeringkatan sedang membaik dan proyek infrastruktur sedang berjalan. Penyelidikan dan penuntutan kasus korupsi berjalan terus, reformasi pegawai negeri sipil sudah mulai dan kerangka kerja untuk desentralisasi semakin membaik. Kami harapkan momentum ini akan berlanjut.” “Program bantuan pembangunan ini menempatkan Pemerintah sebagai pemimpin dalam menentukan apa yang tepat bagi negara ini,” jelas P.S. Srinivas, Manajer program bantuan pembangunan yang berjangka 4 tahun ini. “Bank Dunia dan mitra pembangunannya memainkan peran pendukung dalam menyediakan nasehat berdasarkan pelajaran yang telah diperoleh, pekerjaan analitis, dan praktek terbaik internasional.” Program bantuan sebesar US $600 juta (juga dikenal sebagai Dukungan Kebijakan Pembangunan atau Development Policy Support) terdiri atas pinjaman sebesar US$530 dan US$70 juta pinjaman ringan yang bersuku bunga jauh lebih rendah dengan rentang waktu pembayaran yang lebih lama dibandingkan dengan pasar keuangan swasta, sehingga Indonesia dapat menghemat dalam pembayaran jasa hutang secara keseluruhan dalam kurun waktu berjalannya pinjaman dan kredit tersebut. ### |