Click here for search results
Online Media Briefing Cntr
Embargoed news for accredited journalists only.
Login / Register

Bank Dunia Mendukung Program Peningkatan Kualitas Guru Indonesia melalui program senilai US$86 Juta

Available in: English
Press Release No:2007/011/EAP

Contacts

In Jakarta: Prabha Chandran/Achmad Sukarsono, Tel: (62 21) 5299-3084.3259;

pchandran@worldbank.org, asukarsono@wordbank.org

 

JAKARTA, 7 July, 2007--Dewan Bank Dunia kemarin setuju mengucurkan dana US$86 juta untuk mendukung rencana Pemerintah untuk meningkatkan keterampilan dan kinerja para guru, yang diketahui secara luas sebagai tantangan utama untuk meningkatkan standar pendidikan di sekolah-sekolah di Indonesia.

 

Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading Project (BERMUTU) secara luas mendukung Undang-Undang Guru yang disahkan bulan Desember 2005, yang bertujuan meningkatkan kualifikasi dan kinerja mengajar 2,7 juta guru Indonesia, yang merupakan 70 persen dari jumlah layanan sipil negara ini.

 

Program ini akan mengatasi tantangan kritis dalam sistem pendidikan Indonesia, yang paling jelas tercermin pada penelitian-penelitian terakhir yang menunjukkan bahwa anak-anak sekolah Indonesia mendapat nilai yang lebih rendah dalam ujian pelajaran seperti matematik dan membaca daripada anak-anak sekolah di negara lain - bahkan setelah memperhitungkan status sosial ekonomi keluarga. Untuk menanggapi beberapa alasan penyebab buruknya kinerja ini, BERMUTU akan membantu Pemerintah dalam area-area spesifik:

 

  • Saat ini, hanya separuh dari jumlah anak sekolah Indonesia yang diajar guru bergelar sarjana. Program ini akan mendukung reformasi pendidikan guru berbasis perguruan tinggi, membangun kapasitas dewan akreditasi nasional, menyediakan insentif bagi perguruan tinggi untuk melatih guru melalui pembelajaran jarak jauh dan program beasiswa.
  • Ketidakhadiran guru adalah alasan lain dari anak sekolah tidak mendapatkan pelajaran. Survei multinegara menemukan tingkat ketidakhadiran guru  di Indonesia lebih tinggi dibandingkan lima negara lain, dari delapan negara, yang disurvei. Oleh karena itu, prosedur reformasi pertanggungjawaban guru dan kebijakan insentif yang mempromosikan kinerja dan pemajuan karir akan menjadi bagian penting dari program ini.
  • Salah satu alasan ketidakhadiran guru adalah rendahnya gaji yang mendorong banyak guru untuk mengambil pekerjaan kedua. Suatu studi menunjukkan bahwa guru sekolah dasar di Filipina dan Thailand mendapatkan gaji dua kali lebih besar (sesuai proporsi PDB per kapita) daripada guru di Indonesia. Program baru ini akan membantu pemerintah daerah untuk meningkatkan sistem untuk meningkatkan keterampilan guru sehingga mereka bisa mendapatkan gaji yang lebih tinggi sesuai dengan Undang-Undang Guru yang baru. Dalam lima tahun mendatang, program ini diharapkan dapat menggandakan jumlah guru dengan standar baru yang dimandatkan oleh Undang-Undang Guru menjadi lebih dari dua juta orang.
  • Komponen keempat dari program ini adalah peningkatan sistem pengawasan dan evaluasi melalui pengembangan basis data guru yang diperbaiki dan serangkaian studi riset dan evaluasi untuk mendokumentasi efek proyek tersebut pada standar pengajaran dan prestasi murid.

“Komitmen Bank Dunia dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia telah melibatkan serangkaian proyek sejak tahun 1990-an, yang telah membantu negara ini untuk mencapai tujuan pendidikan dasar yang universal," ujar Kepala Perwakilan Bank Dunia, Joachim von Amsberg. “Walaupun membangun sekolah dan menyediakan buku pelajaran adalah penting, inti pembelajaran adalah transfer pengetahuan dari guru kepada murid. Kami terutama sangat gembira dalam mendukung pemerintah dalam hal ini."

 

Bank Dunia saat ini mendukung dua proyek lain di sektor pendidikan, yaitu Pendidikan Anak Usia Dini senilai US$67,5 juta yang menargetkan anak-anak prasekolah di daerah-daerah termiskin dan Program Pendidikan Tingkat Lanjut senilai US$80 juta. Seperti halnya program-program diatas, sebagian besar program BERMUTU ini yaitu senilai US$61,5 juta terdiri dari pinjaman dari International Development Association yang bebas bunga dan dibayarkan dalam lebih dari 20 tahun dengan masa tenggang selama 5 tahun.

 


For more information, please visit the Projects website.

Related News

Membangun Simpul Jaringan Pengetahuan AntarNegara Berkembang
Akses Universal untuk Energi Modern di Asia Timur dan Pasifik Dalam Jangkauan
Bank Dunia kucurkan $123 juta untuk pemberdayaan masyarakat kecamatan



Permanent URL for this page: http://go.worldbank.org/OUVKNEEUI0