Click here for search results
Online Media Briefing Cntr
Embargoed news for accredited journalists only.
Login / Register

Reformasi Bank Dunia untuk Menghadapi Tantangan Baru, ujar Zoellick (Siaran Pers)

Available in: English, 中文, Español, ภาษาไทย, 日本語, العربية, Français, русский, Türkçe, Tiếng việt

Merangkum cara untuk meningkatkan penerimaan, efisiensi, dan efektivitas

ISTANBUL, 6 Oktober 2009 - Bank Dunia mengejar program ambisius yang memampukan lembaga ini menjadi lebih efisien dan efektif sekaligus mendapatkan penerimaan di antara negara berkembang yang dilayaninya, ujar Presiden Kelompok Bank Dunia Robert B. Zoellick.

 

Dalam pidato pembukaan Rapat Tahunan Bank Dunia dan International Monetary Fund di Istanbul, Turki, Zoellick menyatakan bahwa reformasi Bank Dunia akan berfokus pada peningkatan efektivitas pembangunan, dorongan terhadap pertanggungjawaban dan tata kelola yang baik, serta peningkatan penghematan biaya.

 

“Untuk melayani perekonomian global yang berubah, dunia memerlukan lembaga yang lincah, cekatan, kompeten, dan bertanggung jawab,” ujar Zoellick di depan Dewan Gubernur Kelompok Bank Dunia. “Kelompok Bank Dunia akan meningkatkan keberterimaannya, efisiensi, efektivitas, dan pertanggungjawaban, serta memperluas kerja samanya dengan PBB, IMF, Bank Pembangunan Multilateral, donor, masyarakat sipil, dan yayasan yang semakin menjadi pelaku pembangunan penting.”

 

Zoellick mencatat bahwa saat Bank Dunia didirikan tahun 1944, dunia saat itu berbeda dari saat ini. Lembaga itu terdiri dari 44 negara, sementara jumlah anggotanya saat ini mencapai 186. Negara berkembang saat ini pada saat itu masih merupakan wilayah jajahan. Sistem tersebut telah lama berakhir dan ekonomi politik di abad ke-21 memerlukan perubahan sistem yang mencerminkan pertumbuhan peran negara berkembang. Negara berkembang sekarang merupakan sumber pertumbuhan ekonomi potensial yang dapat menghasilkan perekonomian dunia yang lebih seimbang.

 

“Jika negara berkembang merupakan bagian dari solusi, negara berkembang harus menjadi bagian dalam pembahasan.  Sistem internasional memerlukan Kelompok Bank Dunia yang mewakili kenyataan ekonomi internasional di abad ke-21, mengenali peran dan tanggung jawab pemangku kepentingan yang semakin banyak, dan memberikan suara yang lebih besar untuk Afrika,” ujar Zoellick.

 

Pemegang saham Bank Dunia mendukung reformasi yang akan memberi negara berkembang sekurangnya 47 persen suara dalam lembaga tersebut. Zoellick mengatakan bahwa pemegang saham harus melampaui target tersebut sehingga mencapai 50 persen suara untuk negara berkembang.

 

Reformasi tidak dapat dihindari karena dunia berubah cepat, ujar Zoellick. “Sistem ekonomi internasional yang lama mengalami kesulitan untuk mengejar perubahan sebelum krisis.  Gejolak saat ini telah mengungkapkan kesenjangan besar dan kebutuhan yang mendesak.  Inilah waktunya bagi kita untuk mengejar ketinggalan dan maju ke depan.”

 

Komisi Tingkat Tinggi yang diketuai oleh mantan Presiden Meksiko Ernesto Zedillo, yang dibentuk Zoellick tahun lalu untuk mencari reformasi yang lebih luas atas tata kelola Bank Dunia, diperkirakan akan menyerahkan laporannya pada akhir bulan ini.


Related News

Membangun Simpul Jaringan Pengetahuan AntarNegara Berkembang
Akses Universal untuk Energi Modern di Asia Timur dan Pasifik Dalam Jangkauan
Bank Dunia Mendukung Program Peningkatan Kualitas Guru Indonesia melalui program senilai US$86 Juta



Permanent URL for this page: http://go.worldbank.org/STBWKDQUW0